Belajar dari Pengalaman, Warga di Tepi Ciliwung Sigap Hindari Longsor

Belajar dari Pengalaman, Warga di Tepi Ciliwung Sigap Hindari Longsor

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 02 Apr 2016 20:18 WIB
Belajar dari Pengalaman, Warga di Tepi Ciliwung Sigap Hindari Longsor
Foto: Nugroho Tri Laksono
Jakarta - Enam rumah kontrakan luruh ke tepi Sungai Ciliwung di daerah Balekambang, Jakarta Timur. Seluruh bangunan beserta isinya ikut longsor bersama tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Longsor ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Kini, semua penghuni kontrakan tersebut sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Saya ada di rumah, abis bersihin lumpur sisa banjir semalem dari jam 03.00 WIB terus jam 08.00 WIB selesai. Sehabis itu saya duduk-duduk di belakang sama tetangga lain. Kita ngopi sambil sarapan," ujar Nani (49), warga Jalan Balai Rakyat, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (2/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nani bercerita, pada awalnya ia mendengar suara retak. Kemudian dirinya memanggil warga yang lain untuk keluar rumah.

Warga Jalan Balai Rakyat sudah pernah mengalami longsor sebelumnya. Hal ini dialami pada banjir di bulan Februari lalu. Ketika itu sebanyak tiga rumah kontrakan longsor.

Berdasarkan pengalaman tersebut, maka ketika mendengar suara retak, warga sigap untuk keluar rumah. Hal ini untuk menghindari longsor. Seperti diceritakan oleh warga lainnya yang bernama Samuji (32).

"Saya kan sudah lama di sini, dengan kejadian tadi pagi, sudah 2 kali melihat longsor. Jadi yang pertama saya dengar suara 'tek-tek-tek' terus. Kaya bunyi retak. Kemudian suaranya semakin kencang. Baru setelah itu ambrol," ujar Samuji.

"Waktu kejadian ini, kan di sini ada orang. Begitu bunyi pletak, memanggil yang lain untuk keluar. Begitu semua udah keluar, jarak 5 menit sudah turun (longsor). Orang-orang sudah tahu, karena sudah pernah kejadian sebelumnya," tambahnya.

Nani dan Samuji bersama warga yang tinggal di sekitar lokasi melihat bangunan tersebut longsor secara merembet. Kejadian itu pun sempat membuat beberapa orang ketakutan dan histeris.

Hingga saat ini, berdasar pengakuan warga, pihak kelurahan maupun kecamatan belum datang meninjau lokasi longsor. Warga mengharapkan adanya bantuan.

"Harapan saya, insya Allah saya diberi keselamatan, panjang umur. Bisa nyaman, tenang gak perlu khawatir akan ada longsor. Kalau masih bisa dipakai sebagai perlindungan, saya masih di sini. Karena susah untuk mengontrak di tempat lain karena mahal. Pokoknya saya hati-hati saja," ucap Nani.

Ditemui di tempat yang sama, Danton Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kramat Jati, Sutono mengimbau warga untuk mengamankan diri. Warga diminta untuk tidak tidur di rumah yang mengalami longsor.

"Kita mengimbau warga supaya tidak ada korban, sementara mengungsi di tetangga yang aman. Karena air di Bogor sekarang sudah 110 cm. Ditakutkan debit air datang lagi dan berpotensi mengikis tanah yang mengakibatkan adanya longsor susulan," ujar Sutono. (Hbb/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads