Banjir Kiriman di Bidara Cina Mulai Surut, Warga Mulai Beraktivitas

Banjir Kiriman di Bidara Cina Mulai Surut, Warga Mulai Beraktivitas

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 02 Apr 2016 11:16 WIB
Banjir Kiriman di Bidara Cina Mulai Surut, Warga Mulai Beraktivitas
Aktivitas warga Bidara Cina terganggu. Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Jakarta - Permukiman di Bidara Cina, Jakarta Timur terendam banjir setinggi 80-90 centimeter. Banjir ini terjadi akibat meluapnya Sungai Ciliwung.

"Air kencang-kencangnya masuk ke perumahan jam 01.00 WIB, sementara kita di sini kena sekitar jam 02.00 WIB. Air datangnya sedikit-sedikit," ujar warga bernama Tohir di Jalan Tanjung Lengkong, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (2/4/2016).

Di Kelurahan Bidara Cina, wilayah RW 07 adalah yang paling sering terkena banjir. Untuk hari ini 8 RT terkena banjir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini yang terkena banjir di RT 05, 10, 11, 14, 15, 16, 17 dan 18. Banjir paling dalam ada di RT 05, 16, 17 dan 18. Kedalamannya sampai sekarang masih sekitar 1 meter," ujar warga lainnya, MT Erwin.
Lorong-lorong jalan yang direndam banjir. Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom

Akibat banjir ini, pedagang dari Pasar Kaget di RT 09 berpindah jualan ke jalan. Kata Erwin, penyebabnya lokasi pasar tersebut terendam banjir.

"Pasar sekarang tidak buka, karena air dari Kalimati naik. Makanya pada pindah dagang di jalanan," ujar Erwin yang pernah menjadi Paspampres sejak 1960-1998.

Meski sering dilanda banjir, warga RW 07 belum memutuskan mengungsi jika banjir memang tidak datang pada musimnya. Ataupun jika banjir tersebut bertahan hingga 2 hari.
Sebanyak 8 RT direndam banjir. Foto: Jabbar/detikcom

"Kalau banjirnya bisa sehari sampai dua hari, orang ngungsi ke kelurahan. Kalo banjir 5 tahunan bisa sampai ke Masjid Al Hidayah di atas sana. Kalau sekarang, karena istilahnya cuma lewat, jadi enggak ada yang ngungsi," jelas Tohir.

Kini warga mulai beraktivitas. Di wilayah ini banjir sering datang jika Jakarta diguyur hujan besar seharian atau jika Ciliwung mendapatkan kiriman air dari Bendung Katulampa. Warga mengharapkan bantuan dari para sukarelawan.

"Usul untuk ada bantuan sembako. Kalau banjir lokal seperti ini, biasanya memang tidak ada. Warga swadaya. Tapi kalau sudah merata, banjir di mana-mana dan airnya sampai nutup pintu, baru bantuan ada," kata Erwin. (bag/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads