Ditemui Muhammadiyah, Jokowi Ingin Parpol Lebih Banyak Kerja daripada Bicara

Ditemui Muhammadiyah, Jokowi Ingin Parpol Lebih Banyak Kerja daripada Bicara

M Iqbal - detikNews
Jumat, 01 Apr 2016 19:41 WIB
Ditemui Muhammadiyah, Jokowi Ingin Parpol Lebih Banyak Kerja daripada Bicara
Presiden Jokowi bertemu Tokoh Muhammadiyah (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo berdiskusi lebih dari satu jam dengan 5 orang Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Istana Merdeka. Salah satunya bicara soal politik kerja yang harus dikedepankan untuk kemajuan bangsa.

"Presiden sampaikan memang sudah saatnya sekarang bangsa ini mengedepankan politik kerja daripada politik bicara. Politik kerja akan menciptakan sebagaimana pandangan Muhammadiyah bangsa yang optimis, produktif dan sadar akan potensi ini," ucap ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir.

Hal itu disampaikan Haedar usai bertemu Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/4/2016). Hadir 4 orang pimpinan Muhammadiyah lain yaitu Dr Abdul Muti, Prof Dr. Suyatno, Prof. Dr. Bambang Setiadji dan Prof Dr Muhadjir Effendy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi politik kerja jadi kunci dorongan kita bekerja sistematis, tahu potensi dan ke depan jadi bangsa yang besar," lanjutnya.

Haedar mencontohkan politik kerja yang diterapkan Presiden Joko Widodo mendapat apresiasi dari banyak negara, misal saat Jokowi memimpin sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 6-7 Maret lalu di Jakarta.

"Ternyata negara lain termasuk Timur Tengah mengapresiasi dan memandang Indonesia negara besar," ujar Haedar.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengapresiasi peran Muhammadiyah atas kerja-kerja dakwah, sosial Muhammadiyah di berbagai bidang dan aspek kehidupan bangsa, sejak Muhammadiyah dilahirkan sampai saat ini.

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyebut, dalam pembicaraan soal politik kerja itu, Presiden sebetulnya sempat menyinggung soal kerja-kerja politik partai.

"Sedikit bicara banyak bekerja itu, partai tidak perlu banyak bicara, sekarang saatnya bekerja," ucap Muti menirukan sahutan Jokowi.

Selain membahas soal politik kerja, dalam pertemuan yang hangat itu juga dibahas tentang tema radikalisme, terorisme dan lainnya. Muhammadiyah juga sekaligus mengundang Jokowi hadir dalam 'Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan' di Yogyakrta 20 Mei 2016.

Baca juga:
https://news.detik.com/berita/3177907/muhammadiyah-undang-jokowi-di-konvensi-nasional-indonesia-berkemajuan (bal/rvk)


Berita Terkait