Hendrar melakukan sidak setelah menghadiri acara di Universitas Islam Sultan Agung. Pria yang akrab disapa Hendi itu ditemani Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang Agus Riyanto langsung melihat kondisi bangunan yang selesai dibangun tahun 2015 lalu.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusunawa tersebut belum dihuni ternyata karena belum teraliri listrik dan air. Hendi segera mencatat keluhan-keluhan warga ke kertas yang digenggamnya dan segera menyampaikan ke Agus. Ia pun menekankan agar paling lama hari Senin listrik harus sudah ada.
"Saya ingin segera bisa ditempati warga yang belum punya rumah. Setelah saya cek kendalanya adalah listrik dan air. Air tidak bisa karena listrik belum nyala. Sudah minta dinas agar koordinasi dengan PLN. Kita pingin minggu depan listrik masuk dan air lancar," kata Hendi saat sidak, Jumat (1/4/2016).
"Besok Senin teraliri listrik," imbuhnya.
Ia juga menuju lokasi pompa air untuk meninjau, namun bangunan tempat pompa air masih terkunci. Hendi pun tak luput memperhatikan lingkungan sekitar, berharap DTKP mampu memnghijaukan halaman rusunawa yang saat ini terlihat gersang.
"Saya lihat kok masih gersang, pak. Koordinir dengan warga nanti tak kasih bibit, minta trembesi, mangga, atau apa gitu, lho, supaya hijau. Jalur masuk juga masih tanah, nanti minta dinas diperbaiki," ujar Hendi kepada Agus.
Ternyata keluhan tidak hanya itu saja, warga yang merupakan pemilik kamar juga mengeluhkan tidak adanya angkutan umum. Bahkan ada yang mengadu karena kamarnya bocor, padahal termasuk bangunan baru.
"Angkutan, kita koordinasikan. Tapi di sini harus penuh dulu, kemudian angkutan saya arahkan masuk sini," pungkasnya.
Salah satu warga, Supriyono langsung mengatakan kepada Hendi tentang kondisi kamarnya di Blok D lantai 3 nomor 8 yang bocor. Ia berharap kamarnya bisa diperbaiki atau mungkin pindah kamar. Mendengar keluhan itu Hendi juga langsung mencatat dan menyampaikan ke Agus.
"Bocor pas di bagian ruang tamu, jadi basah. Ya harapannya diperbaiki atau pindah," kata Supriyono.
Setelah Hendi mencatat semua keluhan warga di rusunawa yang berkapasitas hampir 800 kamar itu. Kepada kepala DTKP, Hendi menegaskan agar tidak ada penghuni nakal yang mengontrakan kamar mereka karena rusunawa dimaksudkan bagi warga yang belum memiliki rumah.
"Jangan sampai ini dinggoni wong ndak bener, ndue kunci terus didol (jangan sampai ini dipakai orang tidak bener, punya kunci terus dijual)," tegasnya.
![]() |













































