"Pramugari pakai hijab boleh, kalau tidak mengganggu aspek safety itu boleh," kata Senior Manager of Corporate Communication Agus Soedjono saat bertandang ke kantor detikcom, Kamis (31/3/2016). Selain Agus, hadir juga President dan CEO Sriwijaya Air, Chandra Lie, Direktur Finance & GA, Gabriella Sonia, Advisor Presiden Director Capt. Prasetyo dan Head of External Relations Adi Willi Hanhan.
Chandra Lie (berbatik) dan Gabriella (berbaju merah) di kantor detikcom (Foto: Reno/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"NAM Air dan Sriwijaya sekarang jadi mendapatkan respons luar biasa dari pelanggan," terang Agus.
Tak hanya itu, Agus juga menyebut Sriwijaya adalah satu-satunya maskapai yang menerapkan doa bersama bersama penumpang. Setiap kali terbang, para penumpang diajak untuk membaca doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Para pramugari di Sriwijaya Air (dok. Sriwijaya Air) |
President dan CEO Sriwijaya Air, Chandra Lie, mengatakan bahwa Sriwijaya Group mengutamakan unsur keamanan dalam kerjanya. Ketika di darat, pihaknya memastikan semua unsur teknis yang menyangkut keselamatan penumpang berjalan baik. Pelatihan terhadap sumber daya manusia pun terus berjalan. Nah, khusus saat terbang, doa juga penting.
"Kalau tanpa doa, kita termasuk orang-orang sombong," terangnya.
Dalam dunia penerbangan, ada istilah Divert Maintenance Item (DMI). Itu adalah patokan batas kerusakan dalam pesawat. Ada item kerusakan yang masuk dalam batas toleransi. Namun bagi Sriwijaya, tidak boleh ada DMI. Artinya, setiap kerusakan harus langsung diperbaiki, tidak ada toleransi.
"Artinya zero DMI, harus siap terbang, layak terbang. Kalau untuk safety, walau pendapatan menurun, kita harus sudah menganggarkan, nggak bisa ditawar-tawar harus kita lakukan," paparnya.
Sriwijaya Air hingga saat ini memiliki 45 pesawat yang melayani destinasi favorit di Indonesia, mulai dari Denpasar, Bangka sampai Belitung. Perusahaan yang berdiri sejak 12 tahun lalu ini akan terus menambah pesawat dan destinasi baru. Yang terdekat adalah penerbangan ke Silangit, Sumatera Utara dan Labuan Bajo. (mad/mad)












































Chandra Lie (berbatik) dan Gabriella (berbaju merah) di kantor detikcom (Foto: Reno/detikcom)
Para pramugari di Sriwijaya Air (dok. Sriwijaya Air)