"Kalau saya rasa perlu, karena jujur saja Pak Presiden kita yang ke-7 kerjanya sangat cepat. Sementara ada beberapa menteri yang kerjanya lelet," ungkap Jubir PD Ruhut Sitompul usai mengikuti Pelatihan Kader PD di Novotel Hotel, Bogor, Kamis (31/3/2016) malam.
Ruhut menyebut, perombakan kabinet pemerintahan sepenuhnya hak presiden. Ia meminta jika reshuffle benar dilakukan, maka menteri-menteri yang tergeser harus bisa menerimanya dengan lapang dada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang direshuffle harus legawa. Yang nanti ditunjuk saya mohon juga, bekerja lah dengan baik. Suatu kehormatan, kepercayaan dari bapak presiden," sambung anggota Komisi III DPR itu.
Meski menyebut ada beberapa kinerja menteri yang kurang bagus, ia juga tidak mau menebak-nebak siapa yang harus keluar dari Kabinet Kerja.
"Saya nggak tahu. Tapi saya mohon juga, semua pembantu itu harus bertanggung jawab dengan apa yang dia ucapkan. Betul-betul fokus dan semangat kebersamaan harus dijaga supaya tidak ada lagi kegaduhan sesama menteri," tutur Ruhut.
"Ibarat bawa mobil lihatlah ke depan. Jangan melihat ke belakang, nanti terjadi lagi kegaduhan," tambah dia.
Di saat isu reshuffle menguat, Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto merapat ke Istana Kepresidenan sore tadi. Namun tidak ada kejelasan apa yang dibahas oleh mantan Pangab itu dengan Presiden Jokowi.
"Saya nggak tahu (yang dibahas), tapi yang penting tadi ada pertemuan dan hanya mereka yang tahu. Pak Jokowi dan Pak Wiranto," terang Waketum Hanura Nurdin Tampubolon kepada detikcom, Kamis (31/3).
(elz/fdn)











































