"Sekarang kurang lebih 29 orang (Santoso dan kelompoknya). Tapi kita tidak punya data persis karena di tahun 2015, mereka banyak yang masuk," kata Kasatgas Operasi Tinombala Kombes Leo Bona Lubis kepada wartawan, Kamis (31/3/2016).
Menurut Leo, Kelompok Santoso semakin terdesak karena Satgas Tinombala terus merangsek masuk ke dalam kawasan persembunyian mereka. Kelompok ini terus bergerak setiap harinya dengan sebisa mungkin tidak meninggalkan jejak. "Masalahnya mereka main petak umpet," kata Leo.
Satgas Tinombala telah menutup akses Santoso dan kelompoknya dari para penyuplai logistik. Akibatnya dengan pasokan logistik yang minim, satu per satu anggota kelompok Santoso mulai turun gunung.
Selain itu, kondisi internal kelompok Santoso juga mulai tidak solid. Beberapa anggotanya merasa amaliyah Santoso mulai menyimpang dari ajaran Islam sehingga memilih untuk kabur. (kff/aan)











































