Resah Ryemita, Pedagang Pasar Ikan Luar Batang Hadapi Pengusuran

Resah Ryemita, Pedagang Pasar Ikan Luar Batang Hadapi Pengusuran

Ahmad Masaul Khoiri, - detikNews
Kamis, 31 Mar 2016 13:55 WIB
Resah Ryemita, Pedagang Pasar Ikan Luar Batang Hadapi Pengusuran
Foto: Masaul/detikcom
Jakarta - Ryemita (58), resah. Kabar penggusuran semakin dekat. Surat peringatan juga sudah didapatkan. Warga dan pedagang di Pasar Ikan Luar Batang akan ditertibkan.

"Saya tinggal di sini sejak 1974," jelas Ryemita, Kamis (31/3/2016).

Rumah dan kios di Pasar Ikan dia miliki bersama suaminya yang sudah meninggal beberapa tahun lalu. Kini dia tinggal bersama anak dan cucunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pasrah saja. Namanya sudah tua begini. Ikut saja. Saya sama pedagang yang lain sebenarnya mintanya direlokasi setelah lebaran tapi tetap nggak bisa," urai dia.

Ryemita sehari-hari biasa berjualan makanan tradisional dan nasi uduk. Usaha ini mampu menghidupi keluarganya sehari-hari. Dia tidak tahu kalau nanti pindah ke Rusun Marunda akan mencari nafkah dengan cara apa.

"Saya kemarin sudah tengok rusun di Marunda tapi rasanya jauh sekali," ujar dia. Lokasi ini akan dipasangi turap untuk mencegah rob dan ditata agar lebih cantik.

Keresahan senada juga disampaikan Arsih (55). Perempuan asal Kuningan, Jabar ini sudah 25 tahun bersama keluarganya tinggal dan berusaha di Pasar Ikan Luar Batang.

"Saya buka warung makan, sama kelontong. Lumayanlah jadi penghasilan, yang penting halal," urai dia.

"Saya terima beresnya saja. Saya juga kurang tahu mau pindah ke pasar mana. Ini kayak diusir aja. Kalau kios ini baru kemarin pemberitahuannya. Kalau pemukiman belakang itu sudah sebulan lalu ada pemberitahuannya. Bingung saya," imbuh dia. (dra/dra)


Berita Terkait