"Saya tinggal di sini sejak 1974," jelas Ryemita, Kamis (31/3/2016).
Rumah dan kios di Pasar Ikan dia miliki bersama suaminya yang sudah meninggal beberapa tahun lalu. Kini dia tinggal bersama anak dan cucunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Ryemita sehari-hari biasa berjualan makanan tradisional dan nasi uduk. Usaha ini mampu menghidupi keluarganya sehari-hari. Dia tidak tahu kalau nanti pindah ke Rusun Marunda akan mencari nafkah dengan cara apa.
"Saya kemarin sudah tengok rusun di Marunda tapi rasanya jauh sekali," ujar dia. Lokasi ini akan dipasangi turap untuk mencegah rob dan ditata agar lebih cantik.
Keresahan senada juga disampaikan Arsih (55). Perempuan asal Kuningan, Jabar ini sudah 25 tahun bersama keluarganya tinggal dan berusaha di Pasar Ikan Luar Batang.
"Saya buka warung makan, sama kelontong. Lumayanlah jadi penghasilan, yang penting halal," urai dia.
"Saya terima beresnya saja. Saya juga kurang tahu mau pindah ke pasar mana. Ini kayak diusir aja. Kalau kios ini baru kemarin pemberitahuannya. Kalau pemukiman belakang itu sudah sebulan lalu ada pemberitahuannya. Bingung saya," imbuh dia. (dra/dra)












































