"Menindaklanjuti pertemuan yang bulan kemarin, yang saya dipanggil sendirian, Presiden menekankan pemerintah percaya pada NU dari pengurus besar sampai warga di ranting di dusun, semuanya anti radikal, anti teror. Semuanya memegang prinsip Islam moderat," kata Ketum PBNU Said Aqil Siradj di komplek Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Kamis (31/3/2016).
Di hadapan Presiden, Said menjamin tidak ada satupun warga NU yang terlibat tindakan terorisme. Menurut Said, NU memegang teguh ajaran bahwa membela negara adalah sebagian dari iman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pun akan mengadakan ekspedisi Islam nusantara, Islam yang santun, Islam yang ramah. Pagi ini dibuka panglima TNI di pesantren di Cirebon. Kemudian akan 40 titik kita keliling, mensosialisasikan Islam nusantara. Menjaga tanah air bagian dari iman, belum cukup iman seseorang bila belum membela tanah air," imbuhnya.
Said dan tokoh PBNU lainnya menyebut tidak ada sama sekali pembahasan terkait isu-isu politik dalam pertemuan dengan Jokowi.
PBNU hanya melaporkan agenda pertemuan pemimpin negara Islam moderat di Jakarta dan sekaligus meminta Presiden Jokowi untuk membuka pertemuan itu.
"Tadi melaporkan bahwa kami akan mengadakan International Summit of The Moderate Islamic Leaders, yakni pertemuan pemimpin-pemimpin Islam Moderat dunia yang insya Allah akan diadakan pada tanggal 6 Mei dan dihadiri antara 40-60 negara," ujar Rais Aam NU, Ma'ruf Amin. (Hbb/fdn)











































