"Alhamdulillah saat saya menjabat, kebakaran tidak dominan. Sekarang kebakaran hutan kemarin itu kerugian sampai Rp 200 miliar," ujar Gusti Hatta saat mengisi materi bagi kader PD di Novotel Hotel, Bogor, Kamis (31/3/2016).
Gusti Hatta yang juga menjabat sebagai Menristek di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II melempar banyolan. Candaan tersebut menurutnya datang dari SBY kala itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gusti Hatta lalu menerangkan tentang 7 fokus penelitian di era SBY. Yakni ketahanan pangan, energi, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan dan obat, transportasi, material maju, serta pertahanan dan keamanan.
"BPPT sudah punya pesawat tanpa awak, seperti drone. Kita tinggal mengembangkannya," jelas Gusti Hatta yang juga menyebut bahwa dulu pihaknya melakukan pengembangan tentang produktivitas beras dan kedelai.
Selain Gusti Hatta, menteri era SBY yang menjadi pembicara lainnya adalah M Nuh. Mantan Mendikbud itu mengklaim bahwa pihaknya sudah memberi banyak kemajuan dalam bidang pendidikan.
"Tiap jam mengeluarkan uang untuk perbaikan sekolah, nggak ada habisnya. Realitasnya seperti itu. Nggak ada jalan lain, ya selesaikan saja. Mulai ketika Pak SBY bersama Pak JK, dan saat bersama Pak Boediono sudah menyelesaikan masalah pendidikan," beber Nuh.
"Tapi memang belum selesai, kalau sudah selesai, tentu tidak ada kementerian pendidikan," tambahnya.
Selain soal kesra, materi yang akan didapat 250 kader PD hari ini adalah soal dinamika perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung akan mengisi materi untuk tema tersebut. Pelatihan ratusan kader PD ini berlangsung selama 6 hari, dimulai Senin (28/3). (elz/erd)











































