Menurutnya, jika reshuffle dilakukan pekan ini maka Presiden Jokowi biasanya mengundang parpol pendukung pemerintah akan diundang ke istana.
"Itu biar menjadi pekerjaan rumah Pak Jokowi. Sejauh ini belum gejala-gejalanya belum. Ini kan info terus beredar, spekulasinya beredar terus. Tapi, bukan satu atau dua hari ke depan," tutur Hendrawan saat dihubungi, Kamis (31/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu harus dibahas karena maksimal Juni sudah kelar. Nah, biar menteri yang baru tune in di belakang kemudi ya sebelum RAPBN-P diketuk," tuturnya.
Menurutnya, jika menunggu proses penyelesaian konflik Partai Golkar dan PPP dinilai akan terlalu lama. Pasalnya, penyelesaian konflik dua partai ini yaitu lewat munas dan muktamar masih belum jelas waktunya.
"Munas Golkar kapan diadakan? Terus Muktamar PPP Kan itu enggak jelas. Ya sebagai referensi pilihan yang masuk akal pas pembahasan RAPBN-P 2016," tuturnya.
(hty/dha)











































