Ini Cara Pemkot Semarang Hemat Biaya Lampu Penerangan Jalan Sampai 40 Persen

Ini Cara Pemkot Semarang Hemat Biaya Lampu Penerangan Jalan Sampai 40 Persen

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 30 Mar 2016 23:50 WIB
Ini Cara Pemkot Semarang Hemat Biaya Lampu Penerangan Jalan Sampai 40 Persen
Balai Kota Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta - Pemerintah Kota Semarang melakukan penghematan pengeluaran dari lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) konvensional yang diubah menjadi LED. Penghematannya diperkirakan bisa mencapai 40% bahkan lebih.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadiย  dalam acara Kota Terang Philips LED di halaman Balai Kota Semarang. Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu mengatakan program tersebut sudah berjalan sejak tahun 2013 lalu.

"Sejak tiga tahun lalu sudah ada program mengubah lampu konvensional ke LED, tapi itu tidak serentak," kata Hendi, Rabu (30/3/2016) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengubah seluruh PJU di Kota Semarang diakui Hendi butuh waktu lama karena per tahunnya rata-rata 200 sampai 300 titik PJU yang memakai LED. Padahal ada sekitar 50 ribu titik di seluruh Kota Semarang.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (keempat dari kanan) dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (ketiga dari kanan) - Angling Adhitya Purbaya/detikcom


"Masih jauh, mungkin 10% belum ada. Per tahun rata-rata 200 sampai 300 titik padahal titik lampu di Semarang 50 ribu, masih sangat kurang," tandas Hendi.

Namun ia berjanji selama masa kepemimpinannya lima tahun mendatang pengubahan PJU dari konvensional ke LED akan dimaksimalkan. "Selama 5 tahun ke depan kita akan nyicil agar lampu-lampu di Kota Semarang bisa memakai LED," tegasnya.

Dari segi biaya listrik untuk penerangan jalan, lanjut Hendi, LED jauh lebih irit bahkan bisa mencapai 40%. Bahkan bisa lebih jika dilihat dari segi perawatannya yang lebih mudah.

"Menurut kajian teman-teman, menggunakan lampu LED iniย  rata-rata 40% bisa hemat dari pembayaran listrik," ujar pria yang berulang tahun 30 Maret ini.

Penghematan bisa diperbesar lagi jika menggunakan teknologi canggih LED yang terintegrasi dan bisa dipantau melalui gadget atau monitoring room. Tidak hanya memantau, LED juga bisa dikendalikan tingkat terangnya.

"Dengan pemantauan di monitoring room, bisa lebih hemat lagi karena pada saat malam, kalau tidak banyak orang, lampu bisa diredupin, tidak perlu kita kirim tukang. Cukup dari ruang kontrol, kalau ada aktivitas warga bisa dimaksimalkan," ujarnya.

Hendi juga menjelaskan Pemkot Semarang punya proses percepatan pembangunan berwawasan lingkungan dan mendapatkan penghargaan dari WWF dalam Earth Hour City Challenge (EHCC) tahun 2014 lalu bersanding dengan kota-kota besar di dunia. (alg/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads