ADVERTISEMENT

Latih Kader Demokrat, Djoko Suyanto Sebut Menteri Era SBY Kompak

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 30 Mar 2016 22:47 WIB
Acara pelatihan kader Partai Demokrat saat SBY memberikan pengarahan (Foto: Elza Astari Retaduari/detikcom)
Jakarta -
Pelatihan kader Partai Demokrat (PD) hari ketiga diisi materi bidang politik, hukum, dan keamanan. Sejumlah menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi narasumber untuk memberi pengetahuan seputar negara, pemerintah, dan sistem nasional.

Penataran untuk 250 kader PD hari ketiga masih digelar di Novotel Hotel, Bogor, Rabu (30/3/2016). Agenda pelatihan hari ini dipimpin oleh Menkopolhukam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Djoko Suyanto.

"Prinsipnya saya lebih banyak koordinasi, di antaranya terkait strategi dan kebijakan SBY dalam hal politik dan hukum. Menko Polhukam tidak pernah mencampuri urusan teknis," ungkap Djoko saat memberikan materi seperti tertulis dalam keterangan Partai Demokrat yang diterima detikcom, Rabu (30/3/2016).

Djoko pun menjelaskan bahwa kementerian yang ia pimpin selalu berkoordinasi dengan kementerian lain di luar bidang Polhukam. Selama menjadi Menkopolhukam, Djoko mengaku tidak pernah menemui adanya kendala atau pun konflik di antara menteri-menteri yang berada di bawah koordinasinya.

"Para menteri pemerintahan SBY selain kompak juga menguasai bidang masing-masing. Para menteri saling menghormati, salah satu contoh, senior tidak sungkan bertanya pada junior seperti komunikasi di militer," kata Djoko.

Di era SBY, sebut Djoko, sinergi yang efektif antar menteri dapat terjalin dengan baik. Meski menjamin adanya keterbukaan, namun ia menyebut tidak semuanya bisa digelontorkan kepada publik mengingat itu untuk kepentingan negara.

"Saya harus membatasi untuk tidak mengobral dengan isu-isu yang ada. Menteri-menteri sangat pintar dan kooperatif serta kompak," ucapnya.

Selain Djoko, menteri-menteri KIB yang mengisi pelatihan kader PD seperti mantan Menkum HAM Amir Syamsuddin, mantan Mendagri Gamawan Fauzi, mantan KaBIN Marciano Norman. Selain itu juga mantan Kapolri Timur Pradopo dan Sutarman, mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Agus Suhartono, serta mantan Wamenlu Dino Patti Djalal.

Salah satu materi yang diangkat Timur adalah mengenai kinerja Polri dalam kaitan pemberantasan terorisme. Timur pun mendukung wacana revisi UU tentang terorisme No.15 tahun 2003.

Sementara Dino Patti Djalal menekankan bahwa SBY mampu membawa Indonesia menjadi pemain di kancah internasional pada masa kepemimpinannya. Dari yang sebelumnya Indonesia tidak dianggap di kawasan Asia, itu berubah ketika SBY menjadi presiden.

"Pada 2004-2014 terjadi perubahan persepsi dan prestasi di Indonesia. Proses kebijakan yang rasional tidak dibebani teori konspirasi atau anti asing. Itu pun didukung mesin diplomasi yang bergerak lebih rapih, lancar, dan terarah," ujar Dino.

Materi-materi yang diberikan pada kegiatan pelatihan ini akan diujikan pada para kader di hari terakhir, Sabtu (2/4) nanti. SBY sudah menyiapkan 100 soal yang disusunnya sendiri.

"Hasil ujian harus di atas 60 persen. Kalau di bawah itu diulangi lagi, sampai lulus. Bukan pelatihannya tapi mengulangi ujiannya. Saya ingin semuanya lulus," tutur SBY saat mengisi materi, Selasa (29/3). (elz/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT