Begini Cara Bupati Dedi Tanggapi Pria yang Sudah 4 Kali Hendak Jual Ginjal

Begini Cara Bupati Dedi Tanggapi Pria yang Sudah 4 Kali Hendak Jual Ginjal

Tri Ispranoto, - detikNews
Rabu, 30 Mar 2016 19:46 WIB
Begini Cara Bupati Dedi Tanggapi Pria yang Sudah 4 Kali Hendak Jual Ginjal
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Purwakarta - Keberadaan SMS Center yang terkoneksi dengan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, memang dirasa besar manfaatnya oleh warga. Tak jarang pesan yang dikirim berisi curhatan dari warga yang memerlukan bantuan.

Seperti pesan yang dikirim oleh seseorang pada Rabu (30/3/2016) pagi. Dalam pesan tersebut, sang pengirim memohon bantuan untuk mendonorkan ginjalnya.

"Pak haji mohon maaf sy mau menggadai kan ginjal. Bisa ga ?," tulis pengirim pesan dengan nomor 08777992****.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendapat pesan tersebut Dedi pun mengundang agar orang tersebut untuk datang ke rumah dinasnya. Hingga akhirnya sang pengirim pesan yang bernama Dwi Waryono itu datang pada Rabu siang.

"Ini yang mau jual ginjal? Bukannya bapak waktu itu tiga kali pernah saya bantu karena mau jual ginjal juga? Sekarang kenapa lagi mau jual ginjal?," kata Dedi saat pertama bertemu Dwi.

"Iya Pak. Dulu saya pernah dibantu. Sekarang saya mau jual ginjal ini karena buat pengobatan ibu saya di Cilacap," timpal Dwi.

Mendengar hal tersebut Dedi yang sempat kebingungan pun akhirnya menyarankan agar Dwi tak menjual ginjalnya. Namun lebih baik dia mendonorkan ginjalnya secara sukarela tanpa berharap banyak.

Sebagai gantinya Pemkab Purwakarta akan mengapresiasi tindakan kemanusiaan Dwi untuk donor ginjal dengan memberikan bantuan modal usaha dan biaya pengobatan sang ibu sebesar Rp 25 juta.

"Sudah sekarang jangan jual ginjal, tapi bapak donor saja secara sosial. Nanti kita carikan siapa yang butuh ginjal. Karena bapak donor jadi pemerintah mengapresiasinya. Jadi ini bukan saya beli, tapi bapak donor," ungkap Dedi.

Sebagai komitmen Dedi pun langsung menyuguhkan surat pernyataan diatas meterai bahwa tindakan yang dilakukan Dwi bukan menjual ginjal melainkan secara suka rela mendonorkan ginjal. "Kita nanti serahkan surat ini juga ke kepolisian, biar nantinya tidak ada masalah hukum ke depannya," katanya.

Di tempat yang sama Kabid Promosi Kesehatan Dinkes Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap Dwi yang memiliki golongan darah AB rh+ agar diketahui kelayakan ginjal yang akan didonorkannya.

Saat disinggung soal pekerjaan Dwi sebagai tukang odong-odong setelah mendonorkan ginjalnya, Deni menjelaskan hal tersebut tidak terlalu masalah.

"Selagi ginjal yang satu lagi bagus tidak apa-apa. Yang penting jangan terlalu cape, minum air yang banyak, dan jangan makan obat warung," beber Deni.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, bukan kali ini saja Dwi bernial menjual ginjalnya. Kali pertama Dwi ingin menjual ginjalnya hinggaย  'berpromosi' di Bundaran HI Jakarta karena dia mengaku tak memiliki pilihan lain setelah di PHK dari tempatnya bekerja.

Kedua Dwi berniat menjual ginjal karena mengaku tak mampu membiayai sekolah sang anak. Hal tersebut langsung direspon oleh Bupati Dedi dan Dwi pun mendapat bantuan. Namun belakangan diketahui bahwa anak Dwi masih SD dan seluruh biaya pendidikan sebenarnya gratis sesuai dengan program Kabupaten Purwakarta.

Terakhir Dwi kembali akan menjual ginjal karena butuh modal usaha, dan lagi-lagi ditanggapi oleh Bupati Dedi dengan diberikan sejumlah uang untuk modal usaha.

Namun kini Dwi nampaknya tak bisa lagi berniat menjual ginjalnnya lantaran pada usahanya yang keempat ini Bupati Dedi mengabulkan keinginannya. Namun ginjal tersebut bukan untuk dijual melainkan untuk didonorkan secara sukarela.

"Ini saya pegang komitmen bapak untuk donor ginjal. Nanti setelah ada masyarakat yang benar-benar butuh donor ginjal, saya hubungi bapak langsung. Dan ingat ya pak, ini bukan jual ginjal tapi bapak sudah tanda tangan diatas materai untuk melakukan donor ginjal," tukas Dedi mengingatkan pada Dwi. (dra/dra)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads