"Kami menghormati calon independen, tapi kami tidak mendukung calon independen karena kami partai politik jadi harus mengusung kader-kader atau melakukan koalisi," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nurwahid usai acara di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (30/3/2016).
Hidayat kemudian meminta agar tidak ada yang benturkan antara partai politik dengan calon independen. Hingga kini, kata dia, belum ada keputusan bersama dari partai politik untuk melawan Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komunkiasi ke PDIP sangat baik, Partai Gerindra sangat baik, PAN dan Golkar juga," lanjut dia.
Lebih lanjut dia menyatakan bahwa meski elektabilitas Ahok mencapai 43%, bukan berarti tak ada harapan bagi calon lain. Dari angka itu bisa saja diartikan bahwa sebanyak 57% berpotensi memilih calon lain.
"Jadi, kami tidak setuju adanya common enemy kemudian bersatu melawan Ahok. Ini kan sudah dua partai yang mendukung Ahok, jadi batal itu teori konspirasi yang mengatakan parpol bersatu melawan Ahok, yang terjadi kan Ahok yang meninggalkan partai politik jadi jangan dibalik partai politik melawan Ahok," ungkap pria yang pernah maju di Pilgub DKI 2012 ini.
(bag/van)











































