Intrans melakukan pengamatan terhadap akun resmi dari beberapa partai politik di lima platform. Seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan Google+.
"Secara kualitatif menganalisa konten, platform, pesan, dan impact dari kampanye parpol di media sosial. Mendapatkan gambaran tentang perilaku pemilih di media sosial," kata Direktur Intrans Andi Saiful Haq di Veteran Coffee and Resto, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi juga menambahkan jumlah audiensi total yang dilihat berdasarkan dari jumlah fans di fanpage Facebook, followers di Twitter, dan subscriber di Youtube. Ada 12 partai politik yang diteliti untuk survei ini.
"10 parpol lama dan dua parpol baru. Parpol lama ada Golkar, Gerindra, Nasdem, Demokrat, PPP, PKB, PAN, PDIP, PKS, dan PKPI. Parpol barunya, Perindo dan PSI," ucap Andi Saiful Haq.
Untuk jumlah keaktifan partai di media sosial, Perindo menduduki peringkat teratas. Dengan jumlah aktivitas 2.590 postingan dari tanggal 1 Februari sampai 15 Maret 2016.
"Lalu PKS ada 933 aktivitas, PSI 892 aktivitas, Gerindra 625 aktivitas, Partai Demokrat 246 aktivitas, PDIP 236 aktivitas, Nasdem ada 227 aktivitas, PKB 183 aktivitas, PPP ada 91 aktivitas, PKPI ada 88 aktivitas, PAN ada 85 aktivitas, dan Golkar ada 81," tuturnya.
PSI stabil di Facebook sementara di Twitter mereka banyak beraktivitas. Sedangkan PKPI menggantikan Hanura yang sama sekali tidak aktif dalam melakukan aktivitas.
"Demokrat, PDIP, dan Nasdem masih baru memulai aktivitas, Youtube dan Instagram belum di eksplorasi. Postingan belum dilakukan dengan strategi. Sehingga itu kita indikasikan baru dua parpol yaitu Gerindra dan PSI yang lakukan kaidah-kaidah medsos dengan benar untuk kampanye," tutup Andi Saiful Haq.
(yds/van)











































