Sejak 18 Maret lalu, La Nyalla sudah ditetapkan menjadi buron statusnya sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Namun pada 17 Maret, sehari sebelum dicegah, dia sudah terbang ke Malaysia lewat Bandara Soekarno-Hatta.
Informasi terbaru dari Dubes RI di Malaysia Herman Prayitno, Rabu (30/3/2016) pada Selasa (29/3) dini hari, La Nyalla masuk ke Singapura. La Nyalla masuk ke Singapura lewat jalur darat. Dia masuk lewat perbatasan Johor Bahru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merunut ke belakang, yang populer soal pelarian ke dan via Singapura ini ada dua kasus yakni Nazaruddin dan Gayus Tambunan.
Kisah pelarian Gayus Tambunan terjadi pada 2010. Gayus tengah diburu dalam kasus mafia hukum dan kasus pajak. Gayus akhirnya pada Maret 2010 bisa dibawa kembali ke Indonesia atas kerjasama Bareskrim dan Satgas Mafia Hukum.
Kemudian, satu lagi kisah terkait pelarian ke Singapura yakni Nazaruddin eks politisi Demokrat. Nazaruddin pernah lari ke Singapura.
Di negeri jiran itu Nazaruddin sempat melakukan wawancara dan berbicara soal kasusnya di proyek suap wisma Atlet. Namun di Singapura, dia tak bertahan lama dan kabur ke sejumlah negara hingga sampai di Cartagena, Kolombia dan ditangkap di sana.
Melihat dua kasus terdahulu terkait pelarian ke Singapura muncul berbagai pertanyaan terkait nasib La Nyalla. Akankah dia diamankan di Singapura atau terus berlanjut pelariannya ke negeri lain?
Pihak Kejati Jatim sendiri sudah melakukan perburuan La Nyalla dengan berkoordinasi dengan kepolisian dan Interpol. Tapi harus dicatat juga, La Nyalla tengah mengajukan pra peradilan. Dan akhirnya tinggal kita tunggu saja ending kasus ini serta pelarian La Nyalla. (dra/dra)











































