Info Intel Polri: Polly dan Keluarga Dapat Ancaman Serius
Selasa, 15 Mar 2005 12:11 WIB
Jakarta - Penasihat hukum Pollycarpus, Suhardi Somomoelyono membenarkan adanya informasi dari pihak intelijen Polri mengenai ancaman yang signifikan terhadap Pollycarpus dan keluarganya.Suhardi menyampaikan hal itu di ruang Bareskrim, Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Selasa, (15/3/2005)."Berdasarkan informasi adanya ancaman tersebut, maka pihak keluarga meminta bantuan pada Polri untuk diamankan," kata Suhardi.Diakui Suhardi, Pollycarpus secara langsung tidak merasa ada ancaman. Namun, ada informasi dari Mabes Polri mengenai adanya ancaman yang cukup signifikan. Ancaman yang dimaksud secara konkrit tidak diketahui bentuknya seperti apa. "Sebagai lawyer saya menganggap bagus kalau kondisi Polly aman," kata Suhardi.Berkaitan dengan kepindahan Pollycarpus dari RS Siloam Glen Eagles ke RS Soekanto Kramat Jati, menurut Suhardi, karena Polly memang sakit dan sekaligus tindakan pengamanan dari Polri.Sementara itu, mengenai status Polly, Suhardi mengatakan, hari ini akan ditentukan oleh polisi, apakah kliennya sudah layak dijadikan tersangka atau belum."Hari ini pemeriksaan BAP secara substantif karena menurut polisi semua saksi sudah diperiksa begitu juga dengan alat-alat bukti semua sudah dikumpulkan," katanya.Mengenai pernyataan anggota Komisi III DPR RI bahwa kepolisian harus segera menetapkan status tersangka terhadap Polly, Suhardi menilai pernyataan DPR tersebut telah mendahului hukum."Secara teknis, apakah kita akan melakukan tindak lanjut nanti di lapangan seperti apa saya belum tahu. Semuanya masih tergantung Pollycarpus, tapi Polly sendiri saya lihat masih semangat untuk melakukan itu," katanya.Mengenai pemeriksaan yang sedang dilakukan penyidik terhadap Polly hari ini, kata Suhardi, dijadwalkan akan memakan waktu sekitar 10-11 jam. "Itu pun sampai Polly dinyatakan kuat, pemeriksaan akan masih terus dilakukan," tandasnya.Terkait pemeriksaan Polly dengan alat lie detector, menurutnya, sudah selesai dilakukan. Namun, bagaimana hasilnya Suhardi tidak menjelaskan.
(umi/)











































