Ramdhan menyampaikan dukungan moril pada Hadeani, tante korban, serta berdoa agar korban segera bebas dari sandera.
"Mari kita berdoa bersama semoga Allah SWT melindungi para sandera dan selamat hingga kembali ke tanah air," ucap Ramdhan yang akrab disapa Danny ini di rumah keluarga Rinaldi di Jl Tinumbu Lorong 132 J, Tallo, Selasa (29/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danny mengatakan, saat mengetahui ada warganya yang ikut disandera, dia langsung memerintahkan camat untuk mencari alamat keluarga korban.
Hadeani sendiri pertama kali mengetahui ponakannya termasuk dalam salah satu sandera dari informasi keluarganya di Wotu, Kab. Luwu Timur. Rinaldi merupakan alumni jurusan Nautika dari kampus BP2IP Barombong Makassar.
Sebelumnya juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir (Tata) menjelaskan pada Senin (28/3), Kemlu menerima informasi awal dari sejumlah pihak mengenai adanya 2 kapal berbendera Indonesia yang dibajak dan 10 WNI awak kapal yang disandera di perairan Filipina.
Saat dibajak kedua kapalย dalam perjalanan dari Sungai Puting Kalsel menuju Batangas, Filipina Selatan.
Menurut Tata, Kapal Brahma 12 sudah dilepaskan dan saat ini sudah di tangan otoritas Filipina. Sementara itu kapal Anand 12 dan 10 orang awak kapal masih berada di tangan pembajak, namun belum diketahui persis posisinya.
Kesepuluh awak kapal berkewarganegaraan Indonesia itu adalah:
1. Peter Tonsen Barahama. Alamat Batu Aji, Batam.
2. Julian Philip. Alamat Tondang Utara, Minahasa.
3. Elvian Alvis Repi. Alamat Priok Jakarta Utara.
4.ย Mahmud. Alamat Banjarmasin Kalimantan Selatan.
5. Surian Syah. Alamat Kendari Sulawesi Tenggara.
6. Surianto. Alamat Gilireng Wajo Sulawesi Selatan.
7. Wawan Saputra. Alamat Malili Palopo.
8. Bayu Oktavianto. Alamat Delanggu Klaten.
9. Rinaldi. Alamat Makassar.
10. Wendi Raknadian. Alamat Padang Sumatera Barat.
(mna/fdn)










































