Bila kasus sudah dinaikkan ke tahap penyidikan, ada kemungkinan KPK akan bersinggungan dengan Kejati Jatim yang juga tengah menangani kasus korupsi pembelian IPO Bank Jatim yang melibatkan La Nyalla. Oleh sebab itu, belakangan KPK intens berkoordinasi dengan Kejati Jatim.
"Sebetulnya memang ada kasus yang disurpervisi dan ada juga kasus lain sebetulnya kalau bicara nama tadi (La Nyalla) sebetulnya selain supervisi ada kasus lain. Yang bersangkutan sudah diperiksa di KPK untuk kasus itu. Teman-teman ke sana tadi (menggeledah PT PP) juga cari pentunjuk atau clue mengenai hal itu, mungkin di KPK tidak terlalu lama akan dinaikkan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (29/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kasus yang sedang diteliti KPK dan dalam proses penelitian itu ternyata bersinggungan, beririsan sehingga butuh keterangan tambahan atau barang bukti yang ditempati satu kompleks ditempati La Nyalla. Itu yang Unair," tegas Syarif.
Sebelumnya dikabarkan, KPK menggeledah Kantor PT Pembangunan Perumahan (PT PP) di kompleks Pusat Pertokoan Juanda Bussines Center Jalan Raya Juanda No 1, Kelurahan Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Penggeledahan terkait kasus korupsi RS Universitas Airlangga (Unair).
Soal PT PP sebenarnya pernah diungkapkan sendiri oleh La Nyalla kala diperiksa KPK setahun yang lalu. Kala itu La Nyalla menyebut PT PP bekerjasama dengan perusahaan miliknya untuk membangun RS Unair.
"Saya dimintai keterangan tentang proyek 2010 di Unair. Rumah Sakit Unair. Perusahaan saya Airlangga Tama kita JO (Joint Operation) sama PP (PT Pembangunan Perumahan)," kata La Nyalla di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2015).
La Nyalla sendiri saat ini berstatus sebagai DPO Kejati Jatim. Posisi terakhirnya diketahui berada di Malaysia.
Detikcom sudah berkali-kali mencoba menghubungi Ketum PSSI itu. Namun baik pesan singkat maupun telepon dari detikcom tidak dijawab.
(Hbb/fdn)











































