Warga mengenal Abah Kadung sebagai sosok gigih yang mengais rezeki dari sampah rongsokan dengan mengambil dari TPA Cilkolotok. Meski usia telah memasuki 90 tahun namun Abah Kadung tetap gigih bekerja untuk sesuap nasi.
Sosok Abah yang ramah dan penuh keceriaan itu mengundang perhatian Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, yang kebetulan baru saja meninjau arisan gotong royong dan TPA Cikolotok yang juga berada di satu wilayah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
"Abah, abah kadie. Ngopi jeung ngudud di dieu (Abah, abah ke sini. Ngopi sama merokok di sini)," sapa Dedi dengan berteriak kepada Abah Kadung yang berada di seberang jalan, Selasa (29/3/2016).
"Eh geuning Pak Bupati Dedi. Sugan Abah saha, beut aya raramean kieu (Eh ternyata Pak Bupati Dedi. Abah kira siapa, kok ada rame-rame begini)," timpal Abah.
Dalam perbincangan penuh canda itu terungkap jika Abah Kadung sebenarnya pernah berkeluarga dan memiliki anak. Namun di masa tuanya Abah Kadung memilih untuk hidup mandiri dengan menjadi tukang rongsok berpenghasilan Rp 15-20 ribu per hari.
Abah Kadung mengaku selama ini tak ditinggalkan oleh keluarganya, bahkan selama ini sang anak sering menengoknya ke rumah. Namun dia lebih leluasa dengan hidup mandiri tanpa menggantungkan hidupnya pada keluarga atau siapa pun.
"Ah mending kie weh Abah mah. Kuat keneh iyeu. Hirup di imah, ngaliwet, listrik tos aya dipasihan ku pamarentah, cai ge aya. (Ah lebih baik seperti ini Abah mah. Masih kuat ini. Sehari-hari hidup di rumah, ngaliwet, listrik sudah ada dikasih sama pemerintah, air juga ada)," tutur Abah Kadung.
Dedi yang kagum dengan sosok mandiri Abah Kadung yang telah memasuki usia senja itu pun langsung memberikan sejumlah hadiah yang dibeli secara spontan di warung tempatnya beristirahat.
Melihat Abah Kadung yang gemar merokok, Dedi memberikan bingkisan. Uniknya, Dedi yang menawari minyak kayu putih langsung ditolak oleh Abah Kadung.
"Nuhun-nuhun. Iyeu rokok jeung kopi bisa sabulaneun. Teu kudu kayu putih mah, insyaallah Abah mah najan sok talanjang kie ge sehat (Terima kasih. Ini rokok dan kopi bisa cukup satu bulan. Tidak perlu itu kayu putih, insya Allah Abah walau pun suka telanjang seperti ini tetap sehat)," seloroh Abah Kadung yang langsung disambut tawa warga.
Saat ditanya apa lagi yang diinginkan terhadap Dedi, Abah Kadung mengaku sudah tak membutuhkan apa-apa lagi lantaran telah cukup bahagia dengan kondisinya saat ini. Namun di tengah perbincangan itu seorang warga berujar jika rumah yang ditempati Abah Kadung saat ini perlu dibenahi.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Mendengar hal tersebut, Dedi langsung memasukkan rumah Abah Kadung dalam program bedah rumah senilai Rp 10 juta. Dengan program tersebut dalam waktu dekat rumah Abah Kadung akan dibenahi hingga akhirnya bisa dipergunakan untuk hidup lebih layak di masa senjanya.
Di akhir obrolan Abah Kadung yang selalu mengundang tawa itu lantas berfoto bersama Dedi. Bahkan dengan wajah bahagia Abah Kadung mengekspresikan diri dengan berpose tetap bertelanjang dada dan mengenakan topi koboinya sambil mengalungkan kerupuk pemberian Dedi.
"Sok era Abah mah difoto oge. Soalna kan jiga orok, eweh huntuan (Suka malu Abah kalau difoto. Soalnya kaya bayi, gak ada giginya)," seloroh Abah Kadung yang lagi-lagi mengundang gelak tawa warga. (trw/trw)












































Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom