Gempur Penjara, Polisi Filipina Tewaskan 16 Tahanan

Gempur Penjara, Polisi Filipina Tewaskan 16 Tahanan

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2005 11:33 WIB
Jakarta - Kepolisian Filipina menewaskan 16 tahanan dalam gempuran ke penjara di Manila, tempat sekelompok militan melancarkan aksi perlawanan dan berupaya melarikan diri dari penjara. Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Filipina, Angelo Reyes pada konferensi pers di Manila, hari Selasa ini. Dijelaskan Reyes, korban tewas itu termasuk beberapa anggota senior kelompok militan Abu Sayyaf. Diimbuhkannya, operasi gempuran yang dilancarkan aparat untuk melumpuhkan perlawanan militan saat ini telah berakhir. Operasi melibatkan ratusan petugas polisi dan penembak jitu yang mengepung penjara.Lima personel Kepolisian Filipina mengalami luka-luka dalam penyerbuan itu. Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (15/3/2005)."Kami telah mengambil alih semua lantai (penjara)," ujar Kepala Kepolisian Metro Manila, Avelino Razon. Sebelum menggempur penjara, Kepolisian telah memberikan batas waktu 15 menit bagi para militan untuk menyerah. Ultimatum dikeluarkan aparat setelah negosiasi yang berlangsung selama berjam-jam dengan militan tidak membuahkan hasil.Insiden berdarah di Kamp Bagong Diwa ini bermula pada Senin (14/3/2005) pagi waktu setempat. Saat itu, seorang tahanan dari Abu Sayyaf yang akan digiring ke pengadilan, tiba-tiba melawan penjaga penjara yang mengawal dirinya. Tahanan itu berhasil merebut pistol penjaga dan menembak petugas penjara yang berada di dekatnya. Aksi ini kemudian diikuti beberapa tahanan lain. Akibatnya, baku tembak antara para tahanan dan penjaga penjara pun meletus. Enam orang termasuk 3 penjaga penjara tewas dalam kontak senjata di penjara yang dihuni 435 narapidana dan 129 diantaranya merupakan anggota Abu Sayyaf, yang disebut-sebut terkait jaringan al Qaeda. (ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini