"Masih ada 1.000 WNI yang ada di sana. Mereka tersebar di berbagai daerah, di Aleppo juga masih ada. 1.000 itu karena awalnya tak terdeteksi," tutur Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Lalu M Iqbal di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa, (29/3/2016).
Iqbal menyebutkan, para WNI tersebut masih merasa aman karena tempat tinggal majikannya tidak secara langsung bersinggungan dengan markas militan ISIS. Mereka tetap mengupayakan seluruh WNI di sana untuk kembali ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Kemlu menyebut, jumlah 1.000 WNI yang masih tinggal disana ternyata di luar estimasi mereka. Hal itu disebabkan beberapa hal diantaranya keterbatasan akses informasi.
"Proses di Aleppo masih berlangsung, masih ada sejumlah WNI di sana. Ada 3 kemungkinan, mereka kan bekerja di sektor domestik sebagai pembantu yang bekerja di majikan yang tertutup, kemungkinan berikutnya ada majikan yang pindah, kemungkinan ketiga akses ke sana benar benar tertutup karena akses yang diblokir ISIS," kata dia. (rvk/rvk)











































