"Kami dari Ahok tidak dapat apa-apa. Kami hanya berdasarkan pertimbangan rapimda, berdasarkan kualitas. Bahwa Ahok bisa membuat Jakarta lebih baik. Tidak ada transaksi. Justru kita mencurigai yang tidak mendukung Ahok itu penuh transaksi, pragmatis," kata Ketua DPP Hanura Dadang Rusdiana saat dihubungi, Senin (28/3/2016).
Dadang mengatakan tarik ulur di internal kader soal Pilgub DKI sangat tinggi. Kader-kader yang tidak setuju mendukung Ahok itu karena sudah lebih dahulu memberikan suara ke calon lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi ini menyangkut nama Ahok. Banyak orang takut sama Ahok. Jadi gunakan berbagai jalan untuk menjegalnya," tambahnya.
Dua kader itu pun menyatakan mundur dari Hanura. Dengan demikian, Dadang memastikan Hanura tetap solid mendukung Ahok.
Sebelumnya diberitakan, Partai Hanura resmi mendeklarasikan dukungan untuk bakal calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Sabtu (25/3). Deklarasi ini berdasarkan aspirasi kader Hanura sampai hasil survei yang dilakukan berbagai pihak.
Ketum Hanura Wiranto juga hadir dalam acara deklarasi ini. Hanura akan membantu Teman Ahok mengumpulkan KTP dukungan. (imk/tor)











































