Datangi Lagi RSUD Bayu Asih, Bupati Dedi Kini Tertibkan Kesemrawutan Keluarga Pasien

Datangi Lagi RSUD Bayu Asih, Bupati Dedi Kini Tertibkan Kesemrawutan Keluarga Pasien

Tri Ispranoto, - detikNews
Senin, 28 Mar 2016 12:35 WIB
Datangi Lagi RSUD Bayu Asih, Bupati Dedi Kini Tertibkan Kesemrawutan Keluarga Pasien
Foto: Tri Ispranoto
Purwakarta - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, kembali melakukan sidak ke RSUD Bayu Asih. Kali ini Dedi melakukan teguran terhadap pihak rumah sakit karena membiarkan keluarga pasien dan anak-anak masuk ke area yang tak semestinya.

Dalam sidak yang dilakukan pada Senin (28/3/2016) pagi Dedi sudah mulai terkesan dengan penataan parkir yang sebelumnya semerawut kini sudah mulai rapi. Namun Dedi hampir dibuat kesal kembali karena lagi-lagi tak ada satpam yang berjaga, bahkan hingga membuatnya tertahan di pintu masuk yang terkunci.

Namun tak berselang lama Dedi pun bisa masuk ke area ruang perawatan setelah petugas Satpol PP yang akan mulai ditempatkan di RSUD Bayu Asih memanggil penanggung jawab satpam. Tak lama salah seorang satpam pun datang dan langsung membukakan gerbang yang sebelumnya terkunci.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat berkeliling rumah sakit Dedi sedikit miris dengan keberadaan keluarga pasien yang berada di luar ruang perawatan. Seharusnya keluarga pasien tak diperkenankan berada di dalam rumah sakit sebelum diberlakukan jam besuk.

"Coba ini tertibkan. Satu pasien itu cukup satu orang saja yang menjaganya. Kelurga yang lain kalau mau gentian boleh, tapi kalau mau ramai-ramai nanti pas jam besuk," tutur Dedi kepada salah seorang pegawai rumah sakit.

Tak sampai di situ, lagi-lagi Dedi pun dibuat agak kesal saat melihat keberadaan anak-anak dengan leluasanya berada di dalam rumah sakit.

"Kan ada peraturannya, anak-anak tidak boleh sembarangan masuk di area rumah sakit. Mereka itu rentan tertular. Apalagi ini mereka tadi masuk ke ruang isolasi," sesal Dedi saat menegur orang tua dari salah satu anak tersebut.

Bukan hanya soal ketertiban keluarga pasien, Dedi pun mengistruksikan pada petugas Satpol PP untuk menertibkan jemuran yang dipasang oleh keluarga pasien di tengah ruang terbuka hijau. Agar tak kembali digunakan untuk jemuran, nantinya ruang terbuka hijau tersebut akan ditanami oleh pepohonan agar lebih teduh.

Untuk memfasilitasi keluhan tersebut Dedi langsung menginstruksikan pada Dirut RSUD Bayu Asih untuk menertibkan para keluarga pasien dan menempatkanya ke ruang depan yang sudah dipersiapkan sebagai ruang tunggu keluarga.

Selain itu nantinya Pemkab Purwakarta akan memberikan sejumlah dana untuk pembangunan tempat penitipan anak yang dilengkapi dengan fasilitas bermain.

"Ini semanta-mata demi kenyaman kita bersama. Ini juga demi penghematan yang harus kita lakukan, kan semakin banyak yang menunggu penggunaan listrik bertambah, air bertambah, dan terutama sampah juga. Saat ini kita mulai tertibkan, dan nantinya yang melanggar akan dikenakan sanksi administrasi karena untuk pengobatan semuanya sudah gratis," tegas Dedi.

Sementara itu Dirut RSUD Bayu Asih, Agung Darwis, akan melakukan penataan kembali agar keluarga pasien bisa lebih tertib. Salah satunya dengan penggunaan id card bagi keluarga yang menunggu mau pun hanya sekedar membesuk pasien.

"Nanti id card itu akan diberikan di pintu masuk lingkungan dalam rumah sakit. Selain untuk keluarga atau yang besuk pasien," katanya.

Nantinya, kata Agung, satu pasien hanya diperkenankan ditunggu oleh satu orang. Sementara keluarga lain akan menunggu di ruang tunggu yang telah disediakan sambil menunggu jam besuk yang berlaku pada pukul 10-12.00 WIB dan 16-18.00 WIB. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads