"Kita sudah melakukan komunikasi dengan dubes kita yang ada di Islamabad. Sampai tadi pagi, kita juga berkomunikasi sejauh ini memang belum ada korban WNI, hari ini tim dari Islamabad juga ke Lahore untuk memastikan bahwa tidak ada korban," ujar Retno di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (28/3/2016).
Lahore merupakan ibukota provinsi terkaya di Pakistan, Punjab, sekaligus basis politik PM Nawaz Sharif. Bom tersebut meledak sekitar pukul 20.00 waktu setempat Minggu (27/3) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KBRI Islamabad terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memperbarui data para korban. Retno menambahkan, banyak mahasiswa Indonesia berkuliah di Pakistan.
"Komunikasi juga sudah kita lakukan dengan keluarga mahasiswa untuk memastikan apakah ada yang kehilangan teman dan sebagainya," kata Retno.
Dia juga telah melaporkan perkembangan informasi ini kepada Presiden Jokowi. KBRI Islamabad telah mengirim tim ke Lahore. (bag/rvk)











































