Awalnya, Ahok ditanya wartawan soal adanya kader Partai Hanura yang memilih keluar dari partainya karena tidak sepakat Hanura mendukung Ahok. Ahok menilai itu urusan Hanura sendiri. Lantas dia menyambung soal adanya orang mau loncat dari Monas, yaitu politikus Gerindra Habiburokhman.
"Itu tanya sama mereka (Gerindra). Ada yang mau loncat dari Monas segala. Macam seperti itu urusan mereka," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (28/3/2016).
Ada satu kebutuhan yang akan disiapkan Ahok bila orang tersebut benar-benar terjun dari Monas. "Saya siapkan ambulans nanti," kata Ahok sambil tersenyum.
Habiburokhman (Hasan Alhabshy / detikcom) |
Sebelumnya, Habiburokhman meragukan informasi dari Teman Ahok yang menyebut sudah ada lebih dari 700 ribu lebih KTP dukungan untuk Ahok.
"Saya ini sangat tidak yakin KTP yang diklaim sudah 700 ribu itu beneran. Karena enggak ada metode apapun yang sudah dilakukan untuk memverifikasi itu," kata Habiburokhman, Sabtu (27/2) lampau.
Dia bahkan berani sesumbar terjun dari Monas jika KTP untuk Ahok benar-benar memenuhi persyaratan. Dia sampaikan hal ini lewat akun Twitternya, @habiburokhman.
"Saya berani terjun bebas dari Puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon #KTPdukungAhokcumaomdo???" cuitnya kala itu.
Nah, soal kesediaan Ahok menyiapkan ambulans, Habiburokhman bereaksi. Habiburokhman balas menyindir dengan mengatakan akan menyiapkan rompi oranye, mengacu pada rompi tahanan KPK. Habiburokhman mengaitkan dengan kasus Sumber Waras.
"Sebaiknya Ahok segera fitting rompi oranye saja, karena penyidikan kasus RSSW (Rumah Sakit Sumber Waras -red) di KPK sepertinya akan segera dimulai. Kalau Ahok kesulitan mencari rompi oranye, dengan senang hati saya akan hibahkan," ujar Habiburokhman.
(dnu/tor)












































Habiburokhman (Hasan Alhabshy / detikcom)