TNI AL Dumai Kejar Perompak yang Diduga GAM
Selasa, 15 Mar 2005 09:00 WIB
Dumai - TNI AL dibawah komando AL Dumai masih melakukan pengejaran terhadap pelaku perompakan yang diduga merupakan anggota GAM. Peristiwa perompakan ini terjadi pada tanggal 12 Maret 2005 di Perairan Pulau Berhala dan Pulau Padan di sekitar wilayah Sumatera Utara.Kapal yang dibajak bernama Tri Samudera yang berangkat dari Samarinda menuju Belawan dengan mengisi metanol. Di tengah laut, kapal Tri Samudera berhadapan dengan kapal yang diduga perompak dari GAM. Kapal perompak itu dilengkapi dengan berbagai senjata, mulai dari M 16, AKA 47, dan peluru lontar. Di atas kapal tersebut, terdapat 30 orang yang menyamar sebagai nelayan. Mereka menembaki kapal Tri Samudera, namun tidak ada yang cedera. Para perompak hanya mengambil sejumlah uang di kapal serta menyandera nahkoda kapal yang bernama Wadi Marjuned, serta kepala kamar mesin, Andi Sulaeman. Hingga Selasa (15/3/2005) pagi, kedua orang tersebut masih disandera pihak GAM. Pihak GAM meminta tebusan Rp 2 miliar kepada PT Humpus untuk melepaskan kedua sandera tersebut. Pihak Humpus kabarnya telah menyetujui tebusan sebesar Rp 1 miliar, namun belum disetujui oleh GAM.Demikian keterangan Komandan AL Dumai Letkol Nora Leliana kepada detikcom di Kapal Perang KAL Tedung, Selasa (15/3/2005). Saat ini Kapal Tri Samudera diamankan TNI AL di wilayah Kabupaten Bengkalis beserta 12 Anak Buah Kapalnya. TNI AL memperkirakan kapal perompak milik GAM berada di Perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
(ast/)











































