Penyerahan surat-surat kepercayaan ini menandai dimulainya aktivitas penuh Dubes RI Luar Biasa Berkuasa Ibnu Hadi di wilayah Vietnam.
Dalam pembicaraan bilateral dengan presiden yang berlangsung dalam suasana hangat dan bersahabat, Dubes Ibnu menyampaikan salam dari Presiden RI Joko Widodo, yang disambut dengan penyampaian salam balasan oleh Presiden Sang. Dubes menyampaikan harapannya untuk meningkatkan hubungan antar kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Sang juga mengungkapkan bahwa Vietnam tak akan melupakan jasa Indonesia dalam kemerdekaan Vietnam. Vietnam, tambah Presiden Sang, turut mendukung peran Indonesia di kawasan ASEAN dan forum internasional lainnya.
"Dalam kesempatan tersebut, Presiden Sang juga mengangkat isu maritim, yakni tetap mengupayakan koordinasi yang erat terkait Zona Ekonomi Eksklusif dan Laut Cina Selatan," lanjutnya.
Usai menyerahkan surat kepercayaan, Dubes Ibnu kembali ke Wisma Duta Besar. Di sana, Dubes Ibnu melakukan ramah tamah dengan seluruh pejabat dan staf KBRI Hanoi. Dubes Ibnu telah tiba di Hanoi sejak 24 Februari 2016 lalu.
Hubungan diplomatik RI dan Vietnam saat ini menginjak usia ke 60 tahun, tepatnya sejak tanggal 30 Desember 1955 dan akan terus meningkat. Hal ini salah satunya ditandai dengan kesepakatan pemimpin kedua negara untuk menjalin kemitraan strategis pada tahun 2013, yang menjadikan Vietnam sebagai satu-satunya mitra strategis Indonesia di kawasan ASEAN.
Untuk menopang kemitraan strategis tersebut, kedua negara juga telah menandatangani Rencana Aksi Periode 2014-2018 yang salah satu isinya adalah mewujudkan angka perdagangan bilateral sebesar US$10 miliar pada tahun 2018. (yds/hri)











































