7 Fraksi DPR Siap Tolak Kenaikan BBM di Paripurna

7 Fraksi DPR Siap Tolak Kenaikan BBM di Paripurna

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2005 08:27 WIB
Jakarta - DPR RI akan menggelar rapat paripurna dengan agenda sikap fraksi terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Paripurna akan berlangsung di Gedung Nusantara II DPR/MPR, Senayan, Selasa (15/3/2005) pukul 09.00 WIB.Sebelumnya, Senin malam (14/3/2005), DPR telah melakukan rapat konsultasi dengan pemerintah menyangkut kenaikan harga BBM. Namun dalam rapat tersebut tidak dihasilkan kesepakatan apapun. Presiden SBY bahkan menegaskan pemerintah tidak akan mencabut kebijakan menaikkan harga BBM.Dalam rapat paripurna hari ini, tujuh fraksi sudah mengambil sikap akan menolak kenaikan harga BBM. Enam fraksi, yaitu FPDIP, FKB, FPAN, FPPP, FPDS, dan FPBR sudah menegaskan sikap mereka sejak kemarin.Keenam fraksi tersebut bertambah satu fraksi pendukung, yaitu FPKS.Sebelumnya, FPKS memang terkesan ragu dan terlihat enggan bersikap tegas. Mereka sudah mengeluarkan pernyataan menolak kenaikan harga BBM, namun mereka juga menolak diadakannya rapat paripurna DPR untuk menyikapi kenaikan harga BBM. Alasannya, menurut Ketua FPKS Untung Wahono, FPKS tidak ingin mempolitisasi masalah kenaikan harga BBM. Sikap ragu-ragu ini sempat membuat masyarakat kecewa, dan bahkan sejumlah aktivis menitipkan ayam sayur pada FPKS, sebagai simbol kekecewaan mereka.Namun, sikap FPKS tampaknya akan berubah. Dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (15/3/2005), Sekretaris FPKS Mahfuz Sidik menegaskan, dalam paripurna, FPKS akan meminta pemerintah membatalkan kenaikan BBM hingga proses pembahasan antara komisi VII, XI, dan Panitia Anggaran dengan pemerintah selesai. "FPKS bahkan akan mendukung hak angket untuk membedah tuntas problem Pertamina dan kebijakan BBM," tandasnya.Dengan adanya dukungan FPKS, secara kuantitas jumlah anggota DPR yang menolak kenaikan harga BBM memang menjadi mayoritas. Namun, Ketua DPR Agung Laksono sebelumnya telah mengatakan, rapat paripurna hari ini tidak akan menghasilkan sikap resmi dewan terhadap kenaikan harga BBM, melainkan hanya sikap masing-masing fraksi. (ast/)


Berita Terkait