Insiden ketegangan sempat terjadi pada Sabtu (26/3) siang itu. Ada 30 warga, masing-masing memiliki 2 hektar lahan ngotot ingin tetap membakar lahan. Mereka beralasan, membakar lahan membuat lahan subur sekaligus membersihkan untuk penanaman kembali lahan.
"Ini merupakan rendahnya kesadaran warga terhadap bahaya asap dan tidak mau tahu dengan lingkungan. Padahal sudah bolak balik diingatkan melalui proactive policing," jelas Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulisyanto, Minggu (27/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal Polda sudah pasang baliho Maklumat Kepolisian di seluruh wilayah. Serta melakukan sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas akan bahaya asap. Tapi mereka hanya mau ambil jalan pintas saja untuk bersihkan lahan," jelas Arief.
Warga diberi solusi dengan berkoordinasi lewat Dinas Pertanian untuk pemulihan lahan, jadi tidak lagi membakar lahan. Sedang yang lahannya sudah dibakar menjalani pemeriksaan dan membuat pernyataan tidak akan lagi membakar lahan. (rna/jor)










































