Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (26/3/2016), sedikitnya ada 12 rumah rusak berat, bahkan beberapa rumah terancam roboh. Tiga rumah mengalami rusak sedang, dan puluhan lainnya rumah terancam longsor.
"Diperkirakan jumlah rumah yang akan rusak akan bertambah. Mengingat pada hari ini tanah bergerak hingga 1,5 meter. Jalan utama putus total dan akses menuju permukiman terhambat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (26/3) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah berencana merelokasi masyarakat ke tempat yang lebih aman," ujar Sutopo.
Kepala BNPB, Willem Rampangile, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk terus mendampingi BPBD. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Sabtu (26/3) siang tadi berkunjung ke lokasi longsor dan memberikan arahan untuk penanganan darurat.
Lebih dari 350 personel tim gabungan terus melakukan evakuasi, kerja bakti membersihkan rumah, membuat jalan darurat, pendampingan pengungsi dan lainnya.
"Logistik yang ada di BPBD Banjarnegara mencukupi hingga satu minggu ke depan. BNPB dan BPBD Jawa Tengah akan memenuhi semua kebutuhan logistik jika kekurangan. Posko aju, dapur umum, posko kesehatan, posko pengungsian telah berjalan dengan baik," jelas Sutopo. (rna/jor)











































