Dialog khusus "Rakyat Bertanya, Bupati Menjawab" bersama warga mengenai hal tersebut digelar Pemkab Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan konsultan amdal PT. BSI siap menjelaskan dan melayani serbuan pertanyaan dari warga.
Pantauan detikcom, ratusan warga sekitar kawasan Gunung Tumpang Pitu baik dari Dusun Pancer, kawasan Pulau Merah, Desa sumberagung, Desa Ringinagung, Desa Sumbermulyo dan kawasan Kecamatan Pesanggaran sejak pukul 08.00 WIB telah berjubel mendatangi Lapangan Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran. Rakyat yang selama ini penasaran dan khawatir dengan proses izin serta efek limbah tambang emas di daerahnya menyempatkan hadir mengikuti dialog akbar tambang emas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dialog bersama warga mengangkat tema tambang emas tumpang pitu kali ini akan menjabarkan secara keseluruhan terkait kronologi proses izin, dampak aspek lingkungan, mengakomodir kebutuhan pekerjaan, aspek kerjasama perusahaan dengan warga, golden share non delusi sebanyak 10 persen dan aspek keamanan lainnya. Terlebih lagi sesuai SK Kepmen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI no 651.K/30/MEM/2016, Tambang Emas Tumpang PiTu yang di kelola PT. BSI telah menjadi OBVITNAS atau Obyek Vital Nasional.
"Kami datang supaya bisa mengakomodir keinginan warga terutama pencarian pekerjaan. Untuk itu kami datang pada warga, menjelaskan lagi. Bagaimanapun mereka rakyat saya. Kalau ada yang marah-marahpun juga akan saya demgarkan. Itu bentuk perhatian mereka," singkat Anas sebelum memulai dialog. (aan/aan)











































