DetikNews
Kamis 24 Mar 2016, 18:54 WIB

Tak Hanya Dibaca Zuckerberg, Buku The Muqaddimah Juga Laris di Indonesia

Okta Wiguna - detikNews
Tak Hanya Dibaca Zuckerberg, Buku The Muqaddimah Juga Laris di Indonesia Foto: Tim Desain detikcom
Jakarta - CEO Facebook Mark Zuckerberg bukan satu-satunya yang tertarik membaca buku The Muqaddimah (Mukadimah) karya Ibnu Khaldun. Ribuan orang Indonesia juga tertarik membaca pemikiran intelektual Muslim yang dianggap sebagai bapak ilmu sejarah dan ilmu sosial dunia ini.

Mukadimah merupakan karya paling ternama dari Ibnu Khaldun yang wafat di Mesir pada 19 Maret 1406. Ia lahir di Tunisia pada 1332.

Editor Pustaka Al-Kautsar, Muhamad Yasir, mengatakan Mukadimah merupakan buku yang unik karena tebalnya lebih dari seribu halaman namun menjadi best seller. "Buku ini sudah lima kali naik cetak atau lebih dari 10 ribu eksemplar," kata Yasir kepada detikcom.

Al-Kautsar, kata Yasir, menerbitkan Mukadimah karena melihat buku fenomenal itu tak ada di pasaran. Lalu empat tahun lalu proyek penerjemahan dari bahasa arab dimulai oleh tim Al-Kautsar dan setelah jadi diluncurkan bersama dengan Kedutaan Besar Tunisia.

Menurut Yasir, pembeli buku Mukadimah rata-rata berasal dari kalangan universitas Islam dan juga perpustakaan. Namun ada juga pembeli yang ingin menambah koleksi perpustakaan pribadinya.

Bagi Yasir, karya Ibnu Khaldun yang ditulis ratusan tahun silam itu masih relevan hingga sekarang. "Buku ini berisi rumus-rumus mengurus negara dan apa yang harus dilakukan pemerintah," ujarnya.

Al-Kautsar adalah salah satu penerbit Mukadimah. Penerbit Pustaka Firdaus juga mencetak Mukadimah sejak 1990-an yang pada 2014 lalu memasuki cetakan ke-12.

Apakah Anda pernah membaca Mukadimah? Mari berbagai cerita dan opini Anda soal buku ini di kolom komentar artikel ini.
(okw/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed