Adhyaksa: Ahok Superman, Saya Ingin Super Team

Jelang Pilgub DKI

Adhyaksa: Ahok Superman, Saya Ingin Super Team

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 24 Mar 2016 14:45 WIB
Adhyaksa: Ahok Superman, Saya Ingin Super Team
Foto: Elvan Dany S
Jakarta - Eks Menpora Adhyaksa Dault menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menempatkan diri layaknya superman. Sedangkan Adhyaksa memandang untuk menata Jakarta diperlukan tim yang kuat.

"Perbedaan saya dengan Ahok, dia kan superman, kalau saya pengin super team," kata Adhyaksa dalam kunjungan ke kantor detikcom di Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2016).

Jika dirinya terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta, Adhyaksa Dault ingin menerapkan konsep green governance. Dia tidak akan memberi izin pembangunan hotel, mal, dan universitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin membangun green governance, pemerintahan yang hijau," kata Adhyaksa.

"Kalau saya jadi gubernur, tiap kelurahan ada lapangan bola, minimal futsal. Anak-anak mau main di mana, sekarang anak-anak main ke mal-mal. Ada anak main sepak bola tapi kegendutan, ternyata mainnya Play Station. Kalau di tiap kelurahan ada lapangan futsal, itu nanti serbaguna bisa dipakai senam ibu-ibu, jadi ada kanalisasi. Nanti kita beli rumah pakai APBD atau CSR perusahaan, jadi warga punya rumah kreativitas, mereka ada kanalisasi di setiap kelurahan," imbuhnya.

Dia juga sudah mempersiapkan hal-hal urgen yang harus segera dilakukan kalau terpilih jadi gubernur DKI, seperti apa?

"Yang urgen ya administrasi, human capital, dan komunikasi internal dan eksternal. Tidak bisa kita superman, kita harus super team. Tidak bisa kalau tidak mampu bayar pajak pindah rumah dari Jakarta, kita harus cari solusi. Human capital, siapa PNS yang rajin dan punya otak bagus diseleksi," kata Ahdyaksa.

"Kemudian internal dan eksternal, eksternal hubungan dengan DPRD, BPKP, harus bisa. Tidak bisa semua main salah-salahan. Bang Ali Sadikin dalam bukunya mengatakan saya bersyukur kepada Tuhan pendengaran saya tajam sehingga bisa mendengarkan suara rakyat Jakarta. Bukan orang nyalahin terus tapi ndengerin. Komunikasi itu bukan berarti kompromi, kompromi bukan kong kalikong," katanya.

Dia juga punya 9 manifesto Jakarta Sejahtera yang bakal diterapkan jika terpilih jadi Gubernur DKI. Adhyaksa juga ingin menyelesaikan persoalan khas DKI seperti banjir dan macet.

"Yang utama tetap pada macet dan banjir, tapi itu tidak seperti membalik telapak tangan. Gimana mengatasi banjir memang perlu tangan besi, perlu ketegasan terhadap NJOP tanah yang mau dibebasin, kalau nggak Jakarta tidak akan pernah selesai. Kanal Banjir Barat dan Timur kalau selesai kan mengurangi banjir. Kalau bicara soal ruang terbuka hijau saya juga setuju," tegasnya. (van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads