Berbagai macam keluhan sering dilontarkan warga melalui program yang lahir sejak pertama kali Bupati Dedi menjabat pada tahun 2008 lalu. Terakhir, SMS Center membantu memberikan informasi terhadap Dedi mengenai keberadaan seorang ibu hamil yang harus segera dirawat namun kesulitan mendapat kamar di rumah sakit.
"Assalamualaikum, ada pasien JAMPIS ibu hamil di Gg. Nusa Indah Nagri Kaler, atas saran dokter di Siloam harus segera dirawat karena Hb rendah (5,5), namun krn ruangan penuh pasien dirujuk ke RS lain, sdh dicoba ke Thamrin dan Bayu Asih tapi tetap gak dapat kamar, saat ini sebab kelelahan pasien akhirnya kembali pulang ke rumahnya, melalui SMS CENTER ini kami memohon bantuan barangkali Bapak Bupati bisa memberikan solusi, terima kasih," tulis si pengirim pesan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Kamis (24/3/2016), Dedi menyempatkan diri sebelum bekerja bakti untuk menjenguk Shifa. Dia sempat berang kepada petugas parkir dan satpam karena motor parkir sembarangan. Setelah menuntaskan urusan parkir, Dedi menuju ruang perawatan Shifa. Dia tertegun melihat kondisi Shifa yang tengah hamil enam bulan namun dalam kondisi kurus seperti kurang asupan gizi.
Dedi semakin tak bisa berkata-kata kala mengetahui bahwa Shifa yang ternyata mengidap penyakit thalassemia itu tengah hamil anak keempat. Dari tiga anaknya yang telah lahir, dua diantaranya telah meninggal dunia yang diduga karena mengalami thalassemia turunan dari sang ibu.
"Pak dokter tolong khusus Bu Shifa ini lebih diperhatikan, karena sedang hamil. Untuk Bu Shifa nanti kalau sudah lahir harus ikut KB, ini demi ibu juga," tutur Dedi.
Soal perawatan thalassemia, Dedi mengungkapkan, seluruh penderita termasuk Shifa tak perlu lagi khawatir karena khusus bagi mereka yang berpenghasilan kurang dari Rp 4 juta semua pembiayaan mulai dari transfusi darah hingga obat-obatan akan terjamin.
Sementara itu Boy, suami dari Shifa, tak kuasa menahan tangis kala bertemu langsung dengan Dedi. Dia yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Jumat itu merasa sangat terbantu dengan respons cepat yang dilayangkan dirinya melalui SMS Center.
"Hatur nuhun pisan pak tos ngabantos sareng ngalayad kadie. Upami teu kie mah saya teu terang kumaha engkena (Terima kasih sekali pak sudah membantu dan datang menjenguk ke sini. Kalau tidak begin saya tidak tahun bagaimana nantinya)," ucap Boy.
Selain memberikan bantuan pengobatan, Dedi memberikan bantuan pada keluarga Boy sejumlah uang untuk kebutuhannya sehari-hari karena selama istrinya sakit dia tak bisa bekerja secara maksimal. (trw/trw)











































