"Kami punya data DPO baik WNI ataupun WNA yang kami dapat dari polisi. Mereka yang kemungkinan terlibat dalam kasus teror, apalagi kasus ISIS," kata Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie usai melakukan pertemuan rutin dengan Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (24/3/2016).
Selain mengantongi nama-nama DPO, Imigrasi juga berupaya terus memperketat pemeriksaan WNA yang masuk ke Indonesia atau pun WNI yang akan ke luar negeri. Pengetatan terutama dilakukan usai kejadian teror Thamrin pada 14 Januari 2016 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita selalu kerja sama karena tak bisa lagi bekerja sendiri. Imigrasi jadi garda terdepan pemeriksaan di gerbang untuk periksa WNI yang mau ke luar negeri ataupun kedatangan WNA ke Indonesia. Data intel itu kami harus saling sharing satu sama lain,"imbuhnya. (rna/dra)










































