Beberapa ritual yang terhitung berat juga dilakoni bocah kelas 1 SD dengan senang hati. Salah satunya upacara Labuhan Merapi yang digelar setiap tahunnya.
Di upacara Labuhan Merapi, para abdi dalem berjalan sejauh sekitar 1,5 kilometer di kaki Gunung Merapi. Yakni dari petilasan rumah Mbah Maridjan sampai pos pertama Gunung Merapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalur yang tak mudah karena merupakan jalur pendakian Gunung Merapi bukan halangan untuk Rizky. Tak sekalipun Rizky mengeluh.
Tak ada persiapan khusus, kata Suyat, setiap akan menjalankan ritual ini. Hanya saja Rizky selalu dibekali gula jawa oleh sang nenek.
"Ada tim SAR bolak-balik ingin gendong, tapi Rizky nggak mau. Saya saja kesusahan jalan, sampai jatuh, malah ditertawakan sama Rizky," tutur Suyat sambil terkekeh.
Rizky bersama kakeknya, Suyatman (Foto: Sukma Indah P/detikcom) |
Saat Labuhan Merapi tahun 2015, Rizky sempat diberi batu akik oleh seorang yang tak dikenalnya. Rizky berujar bahkan pria pemberi batu akik itu tak menoleh kepadanya.
"Batunya empat, ditaruh di genggaman saya. Dia sambil jalan, nggak noleh-noleh lagi. Saya cari orangnya nggak ada habis itu," kata Rizky dengan ekspresi keheranan.
Keempat batu akik itu lalu diberikan kepada kakek dan saudara-saudaranya.
"Saya berikan semuanya," ujarnya.
Rizky tak setiap hari ke Keraton. Maklum ia harus sekolah. Bocah yatim piatu ini bercita-cita menjadi dalang, penata gamelan, dan PNS. (sip/trw)












































Rizky bersama kakeknya, Suyatman (Foto: Sukma Indah P/detikcom)