DetikNews
Kamis 24 Maret 2016, 11:21 WIB

Kehidupan Penuh Pilu Ibnu Khaldun

Okta Wiguna - detikNews
Kehidupan Penuh Pilu Ibnu Khaldun Foto: Tim Desain detikcom
Jakarta - Pemikir Islam ternama, Ibnu Khaldun, terkenal dengan karya-karyanya seperti Mukadimah. Ia bahkan dianggap pemrakarsa ilmu sejarah dan ilmu sosiologi.

Namun di balik pamornya itu, terselip kisah-kisah hidup yang pedih. Pada usia 17 tahun, Ibnu Khaldun sudah menjadi yatim piatu.

Ia kehilangan kedua orangtuanya yang meninggal karena terkena wabah penyakit akibat bakteri Yersinia pestis. Wabah yang dikenal sebagai Black Death itu menewaskan jutaan orang di Afrika Utara dan Eropa.

Kakaknya, Yahya Khaldun, juga sejarawan kesultanan. Yahya dibunuh oleh pesaingnya yang ingin merebut posisinya.

Beberapa sumber sejarah menyebut istri dan anak Ibnu Khaldun juga tewas dalam kecelakaan kapal laut pada 1384. Saat itu kapal yang membawanya keluarganya itu berangkat dari Tunis, Tunisia, ke Mesir.

Khaldun tercatat beberapa kali mengundurkan diri dari jabatannya di kesultanan. Diduga pada salah satu kesempatan itu alasannya adalah kesedihan karena keluarganya tewas.

Karier Ibn Khaldun pun tercatat turun-naik. Ia pernah menjadi pejabat kepercayaan sultan, namun pada kesempatan lain ia pernah digulingkan karena mendesak reformasi, bahkan ia sempat dipenjara.

Menjelang akhir hidupnya, Ibnu Khaldun sempat mengikuti perang Kesultanan Mamluk, Mesir, melawan serbuan bangsa Mongol di Suriah. Terkepung pasukan Mongol di kota Damascus, Ibnu Khaldun menunjukkan kemampuan diplomasinya dengan memimpin negosiasi dengan Timur, pemimpin bangsa penyerbunya.
(okt/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed