Bupati Dedi Murka ke Petugas Parkir dan Satpam Rumah Sakit

Bupati Dedi Murka ke Petugas Parkir dan Satpam Rumah Sakit

Tri Ispranoto - detikNews
Kamis, 24 Mar 2016 10:58 WIB
Bupati Dedi Murka ke Petugas Parkir dan Satpam Rumah Sakit
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Purwakarta -

Niat Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, untuk menjenguk pasien yang masuk rumah sakit melalui layanan SMS Center berubah menjadi insiden emosional. Dia mendapati kondisi rumah sakit milik pemerintah dalam kondisi semrawut.

Kejadian bermula saat Dedi mendapat informasi dari SMS Center pada Rabu, (23/3) dini hari. Dikabarkan, Shifa (31), seorang ibu hamil warga Gang Nusa Indah, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta Kota, Kabupaten Purwakarta, yang harus segera dirawat karena mengalami penurunan kadar hemogoblin hingga 5,5.

Mendapat sms tersebut, Dedi menginstruksikan agar Shifa dirawat di RS Bayu Asih. Namun karena ruang perawatan kelas tiga yang sesuai prosedur penuh, Dedi meminta pada pihak rumah sakit menyediakan kelas dua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto: Tri Ispranoto/detikcom


Pada pagi harinya, Kamis (24/3/2016), Dedi yang akan melakukan kerja bakti bersama warga di Kecamatan Bungursari menyempatkan diri untuk menjenguk Shifa. Namun begitu masuk ke halaman rumah sakit, dia langsung dibuat emosi dengan keberadaan motor-motor yang terparkir di luar portal parker.

Dedi menegur petugas pos parkir. Tidak hanya itu, dia menginstruksikan anggota Satpol PP yang semula akan ikut kerja bakti untuk mengangkat motor-motor tersebut ke area parkir dalam.

Dedi semakin 'murka' karena tak menemukan satu orang pun satpam yang bertugas baik di area luar rumah sakit maupun dalam. Emosinya kian memuncak kala mendapati seseorang yang mencoba membawa motor yang terparkir di luar area yang tak lain adalah petugas parkir sendiri.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom


"Kamu itu petugas parkir, tapi memberi contoh yang tidak baik malah parkir sembarangan. Ini saya bawa kuncinya, kamu harus buat perjanjian dulu baru saya kasihkan ini kuncinya," tegas Dedi.

Ditemui usai menjenguk, Dedi mengaku kecewa dengan kondisi rumah sakit yang seharusnya bisa terawat dan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

"Satpam tidak ada, bagaimana kalau ada kebakaran atau kejadian lain. Saya sudah instruksikan mereka diganti dengan anggota Satpol PP terbaik di Purwakarta," tuturnya.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom


Nantinya, kata Dedi, anggota Satpol PP tersebut akan diberi seragam khusus namun tetap dengan atribut yang biasa dia gunakan. Diharapkan dengan keberadaan Satpol PP terbaik tersebut penegakan disiplin di rumah sakit akan bisa semakin ditingkatkan.

Dedi menjelaskan, anggota Satpol PP tersebut akan mengurusi mulai dari ketertiban parkir, menegur orang merokok dan buang sampah sembarangan, hingga mendisiplinkan para keluarga pasien yang akan menjenguk agar taat dengan aturan waktu besuk.

"Kalau ada yang tidak disiplin sanksinya bisa nanti dicabut subsidi kesehatannya, bahkan bisa sampai dipindahrawatkan. Ini demi mendisiplinkan, dan memberi rasa nyaman terhadap semua," tegas Dedi.

(trw/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads