Dwi tidak sempat mengatakan apapun saat tiba di KPK dan langsung masuk ke gedung lembaga antirasuah tersebut. Kedatangannya dalam rangka pertemuan untuk membahas kajian hulu-hilir migas.
"Iya meeting kick off kajian hulu-hilir migas dengan pimpinan KPK," sebut Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Kamis (24/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di KPK sendiri, sejumlah kasus mengenai migas tengah berproses. Salah satunya yaitu Petral yang merupakan anak usaha PT Pertamina yang kini sudah dibubarkan.
KPK telah memulai penyelidikan terkait Petral. Menteri ESDM Sudirman Said yang telah membongkar dugaan adanya transaksi tidak jelas menyebut angka USD 18 miliar dalam transaksi jual beli minyak mentah dan BBM oleh Petral. Angka itu diperoleh dari hasil audit terhadap Petral selama 3 tahun.
(dhn/imk)










































