Apresiasi memang diberikan atas upaya Blue Bird, namun sepertinya sopir banyak yang tak ikut mendukung langkah perusahaan.
Misalnya saja seperti disampaikan seorang pembaca detikcom Thomas, Rabu (23/3/2016). Dia naik taksi Blue Bird dari kawasan Jakarta Selatan hingga Jakarta Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya gimana ya, nggak enak juga. Soalnya sopirnya juga nggak bilang gratis," urai Thomas.
Thomas tak menyoal toh yang bayar perusahaan dia. Tetapi memang sepertinya pesan Blue Bird untuk menyervis pelanggan belum sampai ke sopir sebagai orang terdepan.
Soal ini, Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono memberi tanggapan. Usai rapat di Kemenko Polhukam, dia menjelaskan kemungkinan adanya miskomunikasi.
"Kalau ada yang narik bayaran nanti dibina, karena mungkin miskomunikasi dan sosialisasinya belum sampai," tutup dia.
![]() |












































