"Saya sudah bertemu dengan hampir semua pimpinan partai politik," kata Yusrli di tengah diskusi di Sekertariat PII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Diskusi yang berlangsung selama hampir dua jam ini juga diisi pembahasan mengenai visi dan misi Yusril di DKI. Seorang peserta juga menanyakan langkah Yusril dalam menghadapi isu makanan halal di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena Jakarta ini pusat kuliner Nusantara. Kalau asumsinya semua makanan itu diberi label halal, mestinya di Jakarta ini bukan sederhana tapi halal,"sambung dia.
Dia menyebut pemberian label halal di Indonesia patut dipertanyakan.
"Untuk apa di negara yang mayoritas Islam kita buat label halal, dan itu pasti pedagang banyak tersinggung, Soto Haji Ma'ruf pasti tersinggung. Jadi yang perlu itu label haram, bukan halal," urai Yusril.
(tor/tor)











































