DetikNews
Rabu 23 Maret 2016, 10:15 WIB

Cerita Sopir Blue Bird Soal Taksi Gratis dan Uang Makan untuk Pegangan

Aditya Mardiastuti, - detikNews
Cerita Sopir Blue Bird Soal Taksi Gratis dan Uang Makan untuk Pegangan Foto: Ari Saputra
Jakarta - Taksi Blue Bird hari ini menggratiskan biaya untuk para pelanggannya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menservis pelanggan menyusul demo sopir taksi pada Selasa kemarin.

Seorang sopir taksi Blue Bird, sebut saja Karto berbagi kisah soal pengalamannya. Mungkin ini baru kali pertama seharian gratis melayani penumpang. Dengan ramah dia menyambut detikcom yang mencoba taksinya.

""Silakan saya mengantar Anda kemana saja gratis untuk hari ini," kata Karto, Rabu (23/3/2016).

Detikcom menaiki taksi dari Warung Buncit dan berkeliling dari Stasiun Gambir sampai ke kawasan Kuningan. Argo di taksi memang dinyalakan dan menunjukkan Rp 119 ribu.

"Ini CSR, ini cukup baik. Membuktikan bahwa Blue Bird masih bisa memberikan servis yang terbaik," kata dia yang sudah lebih dari lima tahun menjadi sopir.

Meski mendukung program gratis selama 24 jam kepada pelanggan Blue Bird, Karto mengeluhkan soal biaya operasional yang tidak ditanggung perusahaan. Sebagai sopir dia bingung untuk uang pegangan untuk makan hari ini.

"Hari ini free dan saya tidak pegang uang sama sekali. Kadang kala perusahaan menganggap secara general bekerja atau narik ini gratis tidak menarik komisi, membebaskan bensin tapi tidak memikirkan pengemudi," imbuhnya.

"Soal parkir dan tol itu dibebankan ke tamu. Tapi kalau sopir gimana untuk rokok, makan darimana pengemudi ini saya tidak tahu jawabannya harus seperti apa. Operasionalnya belum tercover, kalau dianter secara gratis saya pribadi support," sambung dia.



Kemudian obrolan selama perjalana beralih ke soal demo. Dia mengaku tidak setuju dengan demo anarkis. Karto tidak ikut saat demo kemarin.

"Kalau masalah aspirasi hampir. Tapi saya nggak setuju dengan demo yang kemarin karena tidak membuat orang respect," tandasnya.

"Kalau saya kemarin memang tidak mau (ikut demo). Tujuannya takut melenceng dan kemana-mana. Mereka kan minta Kominfo, Kemenhub untuk berkoordinasi bahwa ini dari sisi legalitasnya aja nggak ada bukan masalah aplikasinya. Kalau saya maunya demo jalan yang baik, damai," katanya.


(dra/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed