Artidjo Perberat Hukuman Ketua Panitia Tender Proyek Flu Burung Rp 770 Miliar

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 22 Mar 2016 15:37 WIB
Ilustrasi (ari/detikcom)
Jakarta - Proyek pengadaan vaksin flu burung 2008-2010 senilai Rp 770 miliar ternyata diwarnai patgulipat tender. Belakangan terungkap ada aroma korupsi dalam tender tersebut.

Empat tahun setelahnya, polisi menyidik kasus tender tersebut dan menetapkan dua tersangka yaitu Pejabat Pembuat Komitmen Tunggul Parningotan Sihombing dan Ketua Panitia Tender Rachmat Basuki. Keduanya merupakan PNS pada Kementerian Kesehatan. Setelah disidik, berkas keduanya dilimpahkan ke pengadilan dalam dakwaan yang terpisah.

Pada 27 Juli 2015, Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada Rachmat. Hukuman diperberat menjadi 7 tahun oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 7 Oktober 2015. Duduk sebagai ketua majelis Elang Prakoso Wibowo dengan anggota majelis Sutarto, Sutoto Hadi, Asadi Almaruf dan Reny Halida Ilham Malik.

Atas vonis tersebut, baik jaksa dan Rahmat sama-sama mengajukan kasasi. Siapa nyana, hukuman malah diperberat.

"Tidak menerima permohonan jaksa, menolak dengan perbaikan permohonan terdakwa," demikian lansir panitera MA dalam websitenya, Selasa (22/3/2016).

Vonis ini diketok oleh ketua majelis hakim agung Artidjo Alkostar dengan anggota MS Lumme dan Prof Dr Krisna Harahap.  Hukuman Rahmat diperberat menjadi 9 tahun penjara. Perkara nomor 131 K/Pid.Sus/2016 itu diketok pada Senin (21/3) kemarin. (asp/trw)