Di Makassar, dulu, saluran kanal yang membelah kota juga dipenuhi sampah. Genangan muncul saat hujan deras.
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom |
Berkat upaya jajaran Pemerintah Kota Makassar yang bekerja sama dengan para prajurit TNI Angkatan Darat dalam program Makassar Tidak Rantasa (Kotor) dan program Makassar Bebas Sampah (Mabasa), perlahan beberapa kanal dan saluran air di Makassar telah bebas dari sampah. Seperti yang terlihat dari pengamatan detikcom di beberapa kanal di jalan Sungai Saddang, jalan Rappocini, Pabaeng-baeng dan Pannampu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom |
"Masyarakat harus diberi contoh dengan aksi kita yang turun langsung, agar mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungannya sendiri dengan menjaga kebersihan kanal dan tidak membuang sampah di saluran air," ujar Ramdhan pada detikcom.
Wali kota yang akrab disapa Danny ini memerintahkan pada 14 camat dan 146 lurahnya untuk turun bersama warganya membersihkan drainase untuk mencegah banjir saat musim hujan tiba.
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom |
Selain mengajak warga menjaga kebersihan kanal dan saluran drainase, Danny juga mengharapkan partisipasi warganya untuk mengatasi persoalan sampah dengan melakukan pemilahan sampah organik dan sampah non organik sebelum diangkut oleh truk sampah. Ia pun menggalakkan program Bank Sampah untuk memberikan peluang ekonomi bagi warganya dari pengelolaan sampah yang dapat didaur ulang.
"Ada 250 Bank Sampah di Makassar, 1 Bank Sampah Induk, hal ini bisa menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan dari sampah yang dapat didaur ulang. Bahkan bisa dapat kredit bank karena Bank Sampah sudah dikategorikan UKM," pungkas Danny. (mna/trw)












































Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom