Rahasia Makassar Bersihkan Kanal dari Horor Sampah

Rahasia Makassar Bersihkan Kanal dari Horor Sampah

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Selasa, 22 Mar 2016 09:59 WIB
Rahasia Makassar Bersihkan Kanal dari Horor Sampah
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom
Makassar - Kondisi miris sempat terlihat di sungai Cikapundung yang melintas di Kampung Cijagra, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Sampah yang diperkirakan berbobot 500 ton, menyumbat sungai. Karena tak tahu harus diapakan, warga hanya bisa menghanyutkan sampah-sampah itu.

Di Makassar, dulu, saluran kanal yang membelah kota juga dipenuhi sampah. Genangan muncul saat hujan deras.

Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom

Berkat upaya jajaran Pemerintah Kota Makassar yang bekerja sama dengan para prajurit TNI Angkatan Darat dalam program Makassar Tidak Rantasa (Kotor) dan program Makassar Bebas Sampah (Mabasa), perlahan beberapa kanal dan saluran air di Makassar telah bebas dari sampah. Seperti yang terlihat dari pengamatan detikcom di beberapa kanal di jalan Sungai Saddang, jalan Rappocini, Pabaeng-baeng dan Pannampu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sang Wali Kota, Ramdhan Pomanto, memimpin langsung Gerakan Bersih Saluran Drainase. Bersama petugas lainnya, dia mengeruk lumpur dan sampah di sepanjang kanal Lette, Kec. Mariso, beberapa waktu lalu.

Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom

"Masyarakat harus diberi contoh dengan aksi kita yang turun langsung, agar mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungannya sendiri dengan menjaga kebersihan kanal dan tidak membuang sampah di saluran air," ujar Ramdhan pada detikcom.

Wali kota yang akrab disapa Danny ini memerintahkan pada 14 camat dan 146 lurahnya untuk turun bersama warganya membersihkan drainase untuk mencegah banjir saat musim hujan tiba.

Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom

Selain mengajak warga menjaga kebersihan kanal dan saluran drainase, Danny juga mengharapkan partisipasi warganya untuk mengatasi persoalan sampah dengan melakukan pemilahan sampah organik dan sampah non organik sebelum diangkut oleh truk sampah. Ia pun menggalakkan program Bank Sampah untuk memberikan peluang ekonomi bagi warganya dari pengelolaan sampah yang dapat didaur ulang.

"Ada 250 Bank Sampah di Makassar, 1 Bank Sampah Induk, hal ini bisa menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan dari sampah yang dapat didaur ulang. Bahkan bisa dapat kredit bank karena Bank Sampah sudah dikategorikan UKM," pungkas Danny. (mna/trw)


Berita Terkait