"Dari 13 korban, 11 sudah teridentifikasi. Tinggal 2 yang belum. Semoga malam ini teridentifikasi," kata Ryamizard di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (21/3/2016).
Ryamizard yang tiba sekitar pukul 20.20 WIB tidak diizinkan masuk oleh dokter forensik untuk melihat langsung kondisi jenazah para korban. Mengingat mayoritas jenazah kondisinya sudah tidak utuh. Dia lantas meninggalkan RS Polri sekitar pukul 20.45 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penjelasan dokter forensik kepada Ryamizard, mayoritas kondisi korban sudah sulit teridentifikasi. Hanya 1 korban yang kondisinya masih agak utuh.
"Saya rasa benar itu kalau keluarga juga tidak boleh masuk, supaya tidak trauma," ujar Ryamizard.
Ketigabelas prajurit yang gugur didalam musibah Helikopter tersebut yaitu Kolonel Inf Saiful Anwar (Danrem 132/Tdl), Kolonel Inf Heri Setiyadi, Kolonel Inf Ontang R.P., Letkol Cpm Tedy, Mayor Inf Faqih, Kapten Ckm Dr. Yanto, Prada Kiki, Kapten Cpn Agung, Lettu Cpn Wiradi, Letda Cpn Tito, Serda Karmin, Sertu Bagus, Pratu Bangkit.
(kff/bpn)











































