Diusir Polisi, Massa Batal Menginap di DPR
Senin, 14 Mar 2005 18:23 WIB
Jakarta - Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa berencana akan menginap di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/3/2005) malam ini, sambil menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM, bersamaan dengan berlangsungnya rapat konsultasi antara pemerintah dan DPR. Namun rencana mereka terpaksa dibatalkan karena pihak kepolisian yang menjaga ketat Gedung DPR/MPR telah mengusir pulang para demonstran.Massa yang berjumlah sekitar 300 orang tiba di depan Gedung DPR/MPR sejak pukul 17.30 WIB. Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster, di antaranya terdapat spanduk sepanjang 50 meter berisi tanda tangan masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM."Kami rencananya akan menginap di sini sampai rapat konsultasi selesai. Tapi seandainya tidak boleh, kami akan menginap di posko depan Atmajaya," kata Jefri Silalahi, salah seorang humas, kepada wartawan.Namun, rencana menginap di depan Gedung DPR/MPR tampaknya akan gagal karena sekitar 100 orang aparat kepolisian yang berjaga mulai mengusir para demonstran."Kami batasi waktu para demonstran maksimal sampai pukul 18.00 WIB," kata seorang aparat kepada detikcom.Sebelumnya, puluhan wanita yang membawa serta anak-anak mereka juga sudah lebih dulu pulang. Mereka tampak terkejut saat diberi tahu aksi demonstrasi dilanjutkan dengan menginap, sehingga akhirnya memilih untuk pulang.Beberapa elemen yang tergabung dalam aksi demonstrasi ini antara lain Srikandi Demokrasi Indonesia, Forum Kota, Relawan Perjuangan Demokrasi, Barisan Oposisi Rakyat, Serikat Rakyat Miskin Kota, dan Aliansi Perempuan.Meskipun sebagian besar demonstran sudah bergerak mundur, beberapa masih bertahan menunggu kedatangan presiden yang dijadwalkan akan melakukan rapat konsultasi dengan DPR pukul 19.00 malam ini.
(ast/)











































