Di Solo, Perampok Bakar Korban
Senin, 14 Mar 2005 18:26 WIB
Solo - Pencurian dengan disertai kekerasan atau perampokan terjadi di Solo, Senin (14/3/2005). Selain mengambil uang dan perhiasan, perampok juga membunuh dan membakar tubuh korban.Perampokan terjadi di rumah kontrakan Ny Kwa Bing Wat alias Titin (65 tahun) di Kampung Drenges, Purwonegaran, Solo. Saat peristiwa itu terjadi, perempuan tua itu di rumah sendirian, karena anaknya Ny Liana yang juga tinggal serumah dengannya pergi sejak pukul 09.00 WIB untuk keperluan menjemput anaknya dari sekolah.Ketika sampai di rumah pukul 11.30 WIB, Liana melihat ibunya terkapar di dapur dengan wajah dan kepala berlumuran darah, sedangkan beberapa bagian bagian tubuh lainnya terbakar. Setelah kondisi rumah diperiksa, ternyata uang tunai Rp 40 juta dan perhiasan yang disimpan di rumah sudah raib.Diduga pelaku perampokan masuk rumah ketika Liana sudah pergi. Selanjutnya, untuk mempermudah aksi dan menghilangkan jejak, para pelaku lalu menghabisi nyawa Ny Titin. Setelah mendapatkan barang yang diincar, lalu mereka meninggalkan rumah korban.Liana masih terlihat shock ketika dimintai keterangan. Namun dia mengaku bahwa saat meninggalkan rumah pintu tidak dikunci. Hal tersebut biasa dilakukannya ketika keluar menjemput anaknya.Berdasar penyelidikan awal, korban meninggal akibat dihantam benda keras. Dugaan tersebut berdasar adanya temuan luka di pelipis mata kanan korban. Di lokasi, polisi juga menemukan pecahan anglo (alat untuk memasak dengan arang) dan juga beberapa sisa kain terbakar yang diduga untuk membakar korban. Sedangkan jenazah korban langsung dibawa ke Labfor UNS untuk divisum.Meskipun perampokan itu terjadi di tengah perkampungan, namun para tetangga mengaku tidak ada yang melihat maupun mendengar ada keributan di rumah korban. "Kami tidak mendengar ada suara mencurigakan. Mungkin pelaku masuk rumah dengan mudah karena pintu depan tidak terkunci. Kami baru mengetahui peristiwa tersebut setelah Ny Liana berteriak minta tolong," jelas Prasinto, warga setempat.Berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas Polresta Solo, sebulan lalu rumah korban juga dimasuki pencuri. Waktu itu, pencuri mengambil beberapa perhiasan milik korban. "Dimungkinkan pelaku kedua kejahatan itu sama. Kami belum dapat memastikannya, karena masih kami selidiki lebih lanjut," ujar Kanit Opsnal Reskrim Polresta Solo, Iptu Edison Panjaitan.
(asy/)











































