Hadapi MEA, Imigrasi Gandeng Babinsa dan Kades Awasi Orang Asing

Hadapi MEA, Imigrasi Gandeng Babinsa dan Kades Awasi Orang Asing

Tri Ispranoto - detikNews
Senin, 21 Mar 2016 15:29 WIB
Purwakarta - Tahun 2016 ini Indonesia tengah bersiap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sebagai ajang kebebasan perdagangan bagi negara-negara Asean. Dengan pemberlakuan MEA, diprediksi jumlah orang asing yang masuk ke Indonesia akan meningkat drastis.

Kepala Kanwil Imigrasi Karawang-Purwakarta, Fanny Satriacahya, mengungkapkan saat ini terjadi peningkatan sekira 10% orang asing yang masuk ke Indonesia. Mereka rata-rata masuk dengan tujuan untuk belajar bahasa Indonesia di beberapa universitas dan lembaga.

"Diduga mereka itu memang mempersiapkan diri untuk MEA. Jadi mereka kalau bekerja di sini sudah lancar bahasa Indonesia," jelas Fanny saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Senin (21/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu pihaknya telah melakukan pertemuan dengan berbagai institusi dari Polri, TNI, hingga pejabat pemerintahan sebagai langkah antisipasi keberadaan para orang asing yang bermasalah.

"Kita sudah komitmen untuk menghilangkan ego institusi dan bertindak demi negara," tegasnya.

Fanny berharap dibukanya keran MEA untuk orang asing menjadi kebablasan sehingga tak menyebabkan orang pribumi kalah bersaing sehingga sektor pekerjaan malah banyak terisi oleh pekerja asing.

"Indonesia itu magnet yang besar untuk MEA. Dari sektor industri hingga kekayaan alamnya melimpah. Sehingga kita harus memperketat agar tak ada orang asing yang masuk ke Indonesia tapi bermasalah dan membawa efek buruk seperti narkoba," tuturnya.

Lebih lanjut Fanny mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan hingga ke tingkat kelurahan dan desa untuk bertemu pada Lurah, Kades, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk menyatukan komitmen dan memberikan pengetahuan mengenai keimigrasian.

Ke depan, kata Fanny, pertemuan serupa pun akan terus berjalan dan bahkan akan menyentuh hingga ke tingkat RT dan RW. "Kenapa seperti itu, karena yang paling tahu kondisi riil sebenarnya di lapangan adalah para Ketua RT dan RW," tutup Fanny. (trw/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads